Stats

Tampilkan postingan dengan label Cegah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cegah. Tampilkan semua postingan

05 Juli 2011

Cegah Kanker, Makan Pepaya

Jakarta (ANTARA News) - Beberapa buah buahan dikenal memiliki bnayk manfaat, sehingga mereka disebut buah super. Kini ada satu buah yang lebih super dan dikenal berguna untuk mencegah kanker, yaitu buah Pepaya.

Pepaya adalah salah satu buah yang mengandung lycophene, yang dikenal sebagai zat yang sangat efektif dalam mencegah dan memerangi penyebaran sel kanker.

Seperti dikutip dari Menshealth, penelitian baru- baru ini menemukan bahwa lycophene menstimulasi tingkat dari sel pertahanan di dalam tubuh untuk melawan kanker. Hal ini bisa mencegah kerusakan DNA dan menghambat penyebaran kanker.

Para peneliti dari dari universitas Florida menemukan bahwa Pepaya efektif sebagai agen anti kanker untuk melawan jenis kanker seperti rahim, payudara, hati, paru-paru dan pankreas. Hasil dari penelitian itu dipublikasikan dalam jurnal Ethnopharmacology.

Hal ini diketahui setelah para peneliti mengadakan pengujian menggunakan teh yang dibuat dari ekstrak daun pepaya kering. Buah itu dikenal bisa meningkatkan zat kimia yang mengatur sistem kekebalan tubuh.

Dr Nam Dang dari Universitas Florida mengatakan bahwa ekstra pepaya yang diuji di laboratorium ini tak memiliki efek samping beracun terhadap sel yang normal. Sehingga kemungkinannya ia bisa digunakan sebagai obat alternatif. Penelitian lanjutan masih diperlukan untuk menentukan efek yang dihasilkannya jika ia masuk kedalam tubuh.

Dalam hal kandungan lycophene, ternyata Pepaya juga memiliki kandungan lain berupa sumber vitamin C, potasium dan asam folat yang membuatnya menjadi buah yang sangat menyehatkan.

Buah buahan lainnya dan sayuran yang mengandung lycophene yang cukup baik adalah tomat, semangka, anggur, dan secara umum makanan yang mengandung lycophene memiliki daging yang penuh warna.(*)
(yud)




View the Original article
Continue Reading »

24 Maret 2011

Punya Bakat Batu Ginjal? Cegah dengan Minum 3 Liter Air/hari

Vera Farah Bararah - detikHealth

Your browser does not support iframes.




(Foto: thinkstock)Jakarta, Penyakit batu ginjal sulit dideteksi. Penyakit ini juga sebagian besar diturunkan sehingga ada orang yang memang punya bakat batu ginjal.

Orang yang punya bakat batu ginjal harus memperhatikan konsumsi air minumnya. Orang yang punya batu ginjal atau bakat batu ginjal diusahakan volume urinenya 2 liter dalam 24 jam sehingga ia dianjurkan minum 3 liter air per hari.

Orang yang bakat batu ginjal baru tahu penyakitnya muncul biasanya setelah mengalami rasa nyeri di perut bawah. Gejala lain antara lain nyeri punggung, mual, muntah, perut menggelembung, demam, menggiggil, dan ada darah di dalam air kemih.

"Penyakit ginjal itu sebagian besar diturunkan, jadi ada orang yang berbakat batu ginjal dan ada juga yang tidak. Kalau salah satu orangtuanya ada yang terkena batu ginjal, maka anaknya memiliki bakat batu," ujar Dr dr Parlindungan Siregar, SpPD-KGH dari divisi ginjal hipertensi, Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI dalam acara konferensi pers Hydration and Health di Hotel Gran Sahid Jaya seperti ditulis Minggu (20/3/2011).

Dr Parlindungan menuturkan bagi orang yang ada batu ginjal atau memiliki bakat batu ginjal diusahakan volume urinnya sebanyak 2 liter dalam waktu 24 jam. Untuk itu ia dianjurkan untuk minum 3 liter air setiap hari. Tapi dengan catatan fungsi ginjal yang dimilikinya harus normal.

Sedangkan jika seseorang diketahui memiliki gangguan pada fungsi ginjalnya baik itu gangguan ginjal akut atau gangguan ginjal kronik stadium 4 dan 5, maka asupan air yang dikonsumsi harus dibatasi.

Untuk orang dengan gangguan ginjal, asupan cairannya sebanyak volume urin yang dikeluarkan dalam waktu 24 jam ditambah 500 ml. Misalnya volume urin yang dikeluarkan sebanyak 500 ml, maka asupan cairannya adalah 500 ml + 500 ml = 1.000 ml atau 1 liter sehari.

Selain itu, orang yang memiliki bakat batu ginjal sebaiknya menghindari konsumsi alkohol, karena kadar purin yang terkandung dalam alkohol terbilang tinggi sehingga bisa menjadi pencetus batu ginjal.

Mengenai kabar yang beredar bahwa orang harus banyak minum agar ginjalnya tidak rusak, menurut Dr Parlindungan tidaklah terlalu tepat. Dr Parlindungan mengungkapkan bahwa kabar tersebut ada benarnya tapi ada juga salahnya.

"Kalau orang punya fungsi ginjal normal, maka kekurangan cairan sedikit tidak menimbulkan gangguan ginjal. Kalau kekurangan 3 persen cairan hanya mengalami gangguan kognitif," ungkapnya.

Tapi kalau kekurangan cairannya luar biasa hingga 10-15 persen bisa menyebabkan gangguan ginjal, misalnya seseorang yang mengalami diare atau muntaber dan tidak tertangani dengan baik bisa menyebabkan gangguan ginjal akut.

"Tubuh kita ini pintar, dia tahu kapan kita butuh air dan kapan tidak. Sebaiknya konsumsi air dengan cukup dalam arti tidak boleh kurang dan juga tidak boleh berlebih," ujar dokter kelahiran Medan 60 tahun silam.

(ver/ir)


View the Original article
Continue Reading »

22 Maret 2011

Cegah Stroke dengan Secangkir Kopi


Artikel Terkait Berapa Lama Anak Butuh Tidur? Botol Susu Bikin Gigi Bayi Rusak? Gunakan Benang Gigi Bisa Cegah Stroke 21/03/2011 20:55 | Kesehatan Liputan6.com, Stockholm: Minum secangkir kopi sehari dapat menurunkan risiko serangan stroke pada wanita. Demikian hasil penelitian yang dilakukan para peniliti dari Divisi Nutrisi Epidemiologi, National Institute of Environmental Medicine, Karolinska Institute di Stockholm, Swedia, belum lama ini.

Penelitian melibatkan 34.670 perempuan berusia 48 sampai 83 tahun. Ditemukan perempuan yang rutin mengonsumsi kopi dapat menurunkan risiko terserang stroke hingga 25 persen lebih rendah jika dibandingkan mereka yang tidak.�

"Oleh karena itu, bahkan efek kesehatan kecil yang terkandung dalam kopi memiliki konsekuensi yang besar bagi kesehatan masyarakat," demikian pernyataan pimpinan penelitian Susanna Larsson dalam laporan penelitian yang diterbitkan oleh jurnal kesehatan Stroke: Journal of American Heart Association.�

Walaupun manfaat si hitam ini begitu besar para ahli juga memeperingatkan para pecintanya untuk tidak mengonsumsinya secara berlebihan. (Zeenews/AIS)



View the Original article
Continue Reading »

21 Maret 2011

Gunakan Benang Gigi Bisa Cegah Stroke


Artikel Terkait Berapa Lama Anak Butuh Tidur? Botol Susu Bikin Gigi Bayi Rusak? Selembar Keju Netralkan Asam Erosi Gigi 20/03/2011 10:27 | Kesehatan Liputan6.com, Tokyo: Membersihkan gigi dengan benang (flossing) mungkin membosankan tapi cara membersihkan gigi seperti ini dapat menyelamatkan hidup. Jumlah gigi yang sedikit saat dewasa ikut berperan dalam meningkatkan risiko stroke. Dengan flossing ini, kerusakan gigi dapat dicegah.

Hal ini berdasarkan penelitian di Jepang. Para peneliti di Universitas Hiroshima melihat kondisi gigi 358 pasien dan menemukan bahwa pasien stroke pada usia 50-an dan 60-an memiliki gigi yang tersisa lebih sedikit dibandingkan pasien di kelompok usia yang sama.

Peneliti telah menghitung bahwa mereka yang memiliki kurang dari 24 gigi (dewasa harus memiliki 32), 60 persen lebih mungkin menderita stroke.

Stroke itu sendiri disebabkan oleh gangguan suplai darah ke otak. Jenis yang paling umum adalah stroke ischemic , yang terjadi bila pembuluh darah yang biasanya memberikan oksigen dan nutrisi ke otak tersumbat. Dan stroke haemorrhagic adalah ketika semburan pembuluh darah, menyebabkan perdarahan ke dalam otak.

Para peneliti ini menganalisa hasil dari empat penelitian secara terpisah. Mereka menemukan bahwa memiliki 24 atau lebih sedikit gigi, meningkatkan risiko stroke sebesar 57 persen dibandingkan dengan mereka dengan 25 atau lebih gigi. Para peneliti juga memperhitungkan berbagai faktor risiko lain yang terkait dengan stroke, termasuk kebiasaan merokok, obesitas dan penggunaan alkohol.

"Tinjauan ini menunjukkan bahwa kehilangan gigi mungkin berhubungan dengan baik stroke ischemik dan haemorrhagic, "kata Dr Mitsuyoshi Yoshida, yang memimpin penelitian.

Beberapa penelitian telah menyatakan adanya hubungan antara penyakit periodontal dan penyakit jantung. Penyakit gusi merupakan salah satu penyebab utama kehilangan gigi setelah usia 40. Mulut yang penuh dengan bakteri, berkontribusi pada plak, plak yang tak berwarna lengket dan mengikat gigi. Menyikat gigi dan flossing membantu menyingkirkan plak.

Satu teori adalah bahwa penyakit periodontal dapat menyebabkan peradangan pada arteri dan jaringan otak, dan menyebabkan jumlah senyawa yang lebih besar yang terlibat dalam pembekuan.(DailyMail/MEL)



View the Original article
Continue Reading »