Stats

Tampilkan postingan dengan label Gemuk. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gemuk. Tampilkan semua postingan

04 Juli 2011

Kebiasaan Buruk Penyebab Gemuk

Jakarta (ANTARA News) - Memiliki kelebihan berat badan dapat disebabkan karena banyak hal, salah satunya adalah karena asupan makanan.

Untuk menurunkan berat badan, kebanyakan orang hanya fokus pada penerapan akan makanan dan diet sehat. Faktanya ,bertambahnya berat badan tidaklah secara tunggal akibat dari kegagalan diet.

Cobalah perhatikan gaya hidup anda sehari hari, apa yang anda lakukan saat ini menunjukan bahwa hidup anda lebih baik dan lebih sehat. Jika jawabannya adalah tidak, hal itu mungkin karena satu sebab yaitu naiknya berat badan.

Seperti dikutip dari "fit sugar", para peneliti terbukti secara ilmiah bahwa gaya hidup yang buruk menyebabkan masalah berat badan. Dan inilah empat kebiasaan buruk yang membuat anda kelebihan berat badan.

1. Tak pernah olah raga

Ini merupakan salah satu kebiasaan penting yang dapat mencegah berat anda meningkat, faktanya, para peneliti dari Harvard menemukan bahwa selama penelitian itu, para peserta yang berolah raga terbuktimengurangi bobot tubuh sekitar 1 kg.

2.kurang atau kelebihan tidur

Tidur cukup merupakan salah satu cara untuk menjaga tubuh tetap ramping. seseorang akan memiliki masalah berat badan ketika ia tidur kurang dari enam jam dalam satu hari atau tidur lebih dari delapan jam sehari. Kurang tidur berhubungan dengan nafsu makan, ketika tidur terlalu lama membuat anda kurang tertarik untuk beroleh raga. Sebuah penelitian menemukan bahwa memiliki masalah tidur membuat anda memiliki kenaikan bobot sekitar 2 kg dibandingkan dengan mereka yang mendapatkan cukup tidur.

3. Terlalu sering menonton TV

Salah satu gaya hidup yang dapat ditebak adalah mengenai berapa banyak waktu mereka menghabiskan waktu menonton televisi diatas sebuah kursi. dalam penelitian Harvard itu, menonton TV terlalu banyak menyebabkan bobot meningkat sekitar 1/2 kg.

4. Minuman beralkohol

Dalam penelitian Harvard, kebiasan menkonsumsi minuman beralkohol dapat meningkatkan bobot sekitar 1/4 kg. Minuman beralkohol merupakan sumber kalori yang dapat menggagalkan diet anda.(*)
(yud)



View the Original article
Continue Reading »

Minuman Ringan Bebas Gula Tetap Bisa Bikin Gemuk

Minuman Ringan Bebas Gula Tetap Bisa Bikin Gemuk

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth

Your browser does not support iframes.



img
foto: ThinkstockAustin, Texas, Di pasaran banyak ditemukan minuman ringan berlabel sugar-free alias bebas gula, seolah-olah jika diminum tidak akan bikin gemuk. Padahal pemanis buatan dalam minuman tersebut bisa membuat lingkar pinggang melebar 6 kali lebih cepat.

Konsumen sering terjebak dengan istilah-istilah sugar free, low calorie atau diet soda. Meski tidak menggunakan gula, minuman yang diberi label semacam itu tetap menggunakan pemanis buatan seperti aspartame sebagai pengganti gula sukrosa atau fruktosa.

Secara teori, pemanis buatan seperti aspartame memang mengandung kalori yang jauh lebih rendah dibanding gula biasa bahkan ada yang benar-benar bebas kalori. Namun dalam kaitannya dengan peningkatan berat badan, pemanis buatan tidak sepenuhnya aman.

Dalam penelitian terbaru yang dilakukan di University of Texas terungkap, orang-orang yang rutin mengonsumsi minuman kemasan berlabel bebas gula mengalami peningkatan berat badan lebih cepat, yakni 5-6 kali lipat. Penelitian ini melibatkan 474 orang selama 10 tahun.

Pada relawan yang mengonsumsi minuman bebas gula, lingkar pinggang mengalami peningkatan rata-rata 70 persen lebih besar dibandingkan kelompok yang tidak mengonsumsinya. Peningkatan paling tinggi yang teramati mencapai 500-600 persen atau sekitar 6 kali lipat.

"Data dalam penelitian ini menunjukkan bahwa diet-soda dan minuman berpemanis buatan lainnya tidak sesehat yang digembar-gemborkan," ungkap sang peneliti, Prof Helen Hazuda seperti dikutip dari Telegraph, Kamis (30/6/2011).

Pemanis buatan diduga memang tidak secara langsung mempengaruhi berat badan. Namun diyakini, promosi bahwa pemanis buatan lebih sehat mendorong seseorang untuk merasa lebih aman sehingga terkadang melupakan diet yang sehat saat mengonsumsi makanan dan minuman lainnya.


(up/ir)



View the Original article
Continue Reading »