Stats

Tampilkan postingan dengan label Lebih. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lebih. Tampilkan semua postingan

04 Juli 2011

Petir Lebih Banyak Menyambar Pria Daripada Wanita

Petir Lebih Banyak Menyambar Pria Daripada Wanita

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth

Your browser does not support iframes.



img
(Foto: thinkstock)Jakarta, Pada dasarnya petir bisa menyambar apapun yang bisa menghantarkan muatan listriknya ke tanah. Namun pada manusia, jenis kelamin mempengaruhi risiko tersambar petir karena menurut penelitian lebih dari 80 persen korban tewas adalah pria.

Kecenderungan ini terungkap dalam sebuah data yang dirilis oleh situs ramalan cuaca, AccuWeather.com baru-baru ini. Data ini mengungkap sedikitnya ada 948 orang tewas tersambar petir antara tahun 1995-2008, 82 persen di antaranya berjenis kelamin pria.

Secara fisik, sebenarnya tidak ada perbedaan anatomi maupun komposisi kimiawi tubuh yang membuat pria lebih rentan sambaran petir dibanding wanita. Perbedaan risiko tewas tersambar petir lebih dipengaruhi oleh naluri dan perilaku saat berada dalam bahaya.

"Pria cenderung terlalu berani ambil risiko saat terjadi badai petir. Misalnya saat olahraga di luar ruangan lalu ada petir, pria lebih jarang buru-buru berteduh," ungkap John Jensenius dari National Weather Service, seperti dikutip dari LaTimes, Kamis (30/6/2011).

Tahun ini saja, di Amerika Serikat sudah ada 6 korban tewas tersambar petir dan seluruhnya berjenis kelamin pria. Sebagian besar terjadi saat beraktivitas di luar ruangan, termasuk seorang pria 26 tahun yang sedang main baseball di California pada 21 Juni 2011 dan seorang pria 49 tahun yang sedang main golf di Shreveport, Lousiana pada 7 Juni 2011.

Selain jenis kelamin, usia juga berhubungan dengan risiko tersambar petir karena menurut AccuWeather.com korban tewas paling banyak berasal dari kelompok usia 10-19 tahun. Alasannya cukup masuk akal, karena anak sekolah lebih banyak bermain dan beraktivitas di luar ruangan.

Kombinasi unik antara 2 faktor yakni jenis kelamin dan usia dalam mempengaruhi risiko sambaran petir teramati dalam salah satu kasus yang terjadi di Pinellas County, Florida pada Juli 2007. Dalam peristiwa itu, sambaran petir menewaskan seorang remaja pria 16 tahun.

Saat kejadian, remaja tersebut sedang berjalan kaki besama ibunya. Petir menyambar tepat di dada sang remaja pria yang langsung tak sadarkan diri, sebelum tewas 4 hari kemudian sementara ibunya yang berjalan di sampingnya sama sekali tidak mengalami luka serius.

Badai petir sering terjadi di Amerika Serikat dengan korban tewas rata-rata 10 orang/tahun dan cedera 30 orang/tahun. Sebagian besar kasus yang memakan korban tewas yakni 70 persen terjadi antara bulan Juni-Agustus, sementara Florida merupakan negara bagian yang paling sering disambar petir.

(up/ir)



View the Original article
Continue Reading »

Merokok di Dalam Mobil Lebih Bahaya dari Menghirup Asap Knalpot

Merokok di Dalam Mobil Lebih Bahaya dari Menghirup Asap Knalpot

Vera Farah Bararah - detikHealth

Your browser does not support iframes.



img
(Foto: thinkstock)London, Rokok diketahui bisa menimbulkan banyak efek buruk bagi kesehatan. Tapi seorang dokter terkemuka di Inggris menuturkan bahwa merokok di dalam mobil lebih berbahaya bagi kesehatan dibanding menghirup asap knalpot.

Douglas Noble, seorang ahli kesehatan publik dari British Medical Association mengklaim untuk menyerukan kontrol terhadap tembakau bagi pengendara kendaraan bermotor terutama larangan merokok saat mengemudi.

"Di dalam mobil konsentrasi partikel diketahui 27 kali lipat lebih tinggi dibandingkan dengan seseorang yang merokok di dalam rumah, dan 20 kali lipat lebih tinggi daripada di pub," ujar Noble, seperti dikutip dari Dailymail, Kamis (30/6/2011).

Noble menuturkan konsentrasi tersebut jelas lebih bisa menimbulkan efek buruk bagi kesehatan, sehingga diperlukan peraturan yang ketat terutama untuk melindungi perempuan hamil serta anak-anak dari paparan asap rokok.

Diperlukan berbagai kampanye untuk mengakhiri kebiasaan merokok di dalam mobil terutama bagi orang yang membawa anak-anak atau ibu hamil di dalamnya, hal ini karena perokok tersebut telah membuat penumpang lainnya menjadi perokok pasif sehingga memiliki risiko kesehatan yang sama atau justru lebih besar dari perokok aktif.

Jika peraturan larangan merokok di dalam mobil bisa dilaksanakan, maka diharapkan nantinya juga bisa diterapkan larangan merokok di dalam rumah dan tempat-tempat lainnya sehingga mengurangi jumlah perokok pasif dan dampak buruk dari asap rokok.

Berbagai studi mengenai rokok telah menjelaskan bahwa di dalam asap rokok mengandung lebih dari 4.000 bahan kimia racun (toksik) serta 43 senyawa penyebab kanker (karsinogenik).

Selain itu asap rokok kalau ditiupkan ke meja agak susah hilangnya karena dia lengket, jadi bagaimana jadinya jika asap itu masuk ke dalam paru-paru yang makin lama semakin banyak jumlahnya.

Bukti-bukti ilmiah juga telah menunjukkan hubungan antara rokok dengan terjadinya berbagai penyakit seperti kanker, penyakit jantung, penyakit sistem saluran pernapasan, penyakit gangguan reproduksi dan juga kehamilan.

(ver/ir)



View the Original article
Continue Reading »

03 Juli 2011

Perempuan Lebih Tahan Terhadap Flu Dibanding Laki-laki

Perempuan Lebih Tahan Terhadap Flu Dibanding Laki-laki

Vera Farah Bararah - detikHealth

Your browser does not support iframes.



img
(Foto: thinkstock)Queensland, Penyakit flu memang bisa menyerang siapa saja dan usia berapa pun. Tapi bila ada virus flu di udara, maka perempuan akan mampu untuk bertahan sedangkan laki-laki akan jatuh sakit terkena flu.

Peneliti dari Australia menemukan bahwa sukarelawan perempuan memiliki respon sistem kekebalan tubuh yang lebih kuat terhadap rhinovirus, yaitu virus yang bisa menyebabkan flu biasa dibandingkan laki-laki. Kondisi ini memicu munculnya istilah man flu.

Hal ini dipengaruhi oleh hormon yang dimiliki kaum perempuan, sehingga membuat laki-laki lebih mungkin sakit jika terinfeksi virus tersebut. Tapi perlindungan terhadap perempuan akan hilang ketika ia memasuki menopause.

"Kami melihat ketika perempuan mencapai menopause, maka kemampuannya untuk menahan rhinovirus memudar. Jadi jelas terlihat bahwa hormon memainkan peran besar dalam membantu melawan virus," ujar Prof John Upham dari University of Queensland, seperti dikutip dari Telegraph, Jumat (1/7/2011).

Selama ini istilah 'man flu' hanya dianggap sebagai mitos belaka, tapi peneliti justru menemukan bahwa hal tersebut adalah nyata. Laki-laki memang lebih rentan dan mudah terkena flu dibanding perempuan.

Peneliti menyimpulkan studi ini menunjukkan bahwa perempuan pra-menopause memiliki respons imun adaptif yang lebih kuat terhadap infeksi rhinovirus daripada laki-laki dan orang yang sudah tua.

Dalam studi ini, peneliti memeriksa respons sistem kekebalan tubuh dari 63 partisipan yang sehat. Hasil studi ini juga telah dilaporkan dalam jurnal Respiratory Research.

Meskipun virus ini hanya akan mengganggu pada orang sehat, tapi jika menyerang orang yang memiliki penyakit asma atau penyakit paru-paru kronis bisa sangat mengganggu dan bahkan berbahaya.

(ver/ir)



View the Original article
Continue Reading »

Nyeri Dada Lebih dari 15 Menit, Waspadai Serangan Jantung

Nyeri Dada Lebih dari 15 Menit, Waspadai Serangan Jantung

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth

Your browser does not support iframes.



img
foto: ThinkstockJakarta, Meski bisa saja muncul tiba-tiba tanpa gejala, serangan jantung bisa juga didahului dengan keluhan nyeri dada. Segera cari pertolongan ke rumah sakit jika mendadak mengalami nyeri dada dan tidak hilang hingga lebih dari 15 menit.

Nyeri dada yang menandakan terjadinya serangan jantung biasanya dirasakan tepat di belakang tulang dada, atau dalam istilah medisnya retrosternal pain. Jenis nyerinya bervariasi, bisa seperti ditekan benda berat, diperas (squeezed) atau ditusuk-tusuk.

Meski pada setiap orang tidak selalu sama, kadang-kadang nyeri dada yang dirasakan sebelum terjadi serangan jantung juga bisa disertai gangguan napas hingga terasa sesak. Gejala lain yang sering menyertainya adalah keringat dingin dan kulit pucat.

"Jika nyeri dada berlangsung lebih dari 15 menit, waspadai serangan jantung. Apalagi kalau diketahui memang punya faktor risiko," ungkap ahli jantung dari RS Premier Jatinegara, Dr Pradana Tedjasukmana, SpJP dalam jumpa pers "Pfizer 3 Ring Peduli Kolesterol" di Senayan City, Jumat (1/7/2011).

Faktor risiko yang dimaksud Dr Tedja antara lain berat badan berlebih atau obesitas, punya kebiasaan merokok dan berusia 40 tahun ke atas. Selain itu, riwayat keluarga yang punya masalah jantung serta kelebihan kadar kolesterol juga turut meningkatkan faktor risiko.

Jika mengalami sendiri atau menemukan orang dengan gejala seperti itu, langkah yang paling tepat adalah membawanya ke rumah sakit sesegera mungkin. Makin lama waktu yang terbuang, dikhawatirkan akan makin banyak otot jantung yang mengalami kerusakan.

Meski demikian, serangan jantung bisa juga muncul tiba-tiba tanpa didahului oleh nyeri dada. Diperkirakan 80 persen kasus serangan jantung yang menyebabkan kematian terjadi secara mendadak, 50 persen di antaranya tanpa didahului gejala yang spesifik.

Kelompok yang berisiko tinggi mengalami serangan jantung secara mendadak tanpa didahului gejala seperti disampaikan Dr Tedja adalah sebagai berikut.


Lanjut usia (lansia), yakni di atas 72 tahunIbu-ibuPunya riwayat diabetes melitus.�


(up/ir)



View the Original article
Continue Reading »

24 Maret 2011

Agar BAB Lebih Lancar

10:59 WIB

KOMPAS.com - Konstipasi ternyata tak hanya identik dengan sulit buang air besar (BAB), melainkan juga dengan BAB yang tak tuntas atau diare. Perbaiki kondisi kesehatan tubuh agar terbebas dari konstipasi. Tiru kebiasaan baik yang dianjurkan para pakar tersebut.

Spesialis Farmakologi         
Dr Alyya Siddiqa, SpFK, dokter spesialis farmakologi klinik dan dosen di UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta

Penyebab: Suplemen dan obat-obatan. Misalnya, obat antisida atau obat sakit maag yang mengandung aluminium hidroksida. Selain itu, mengonsumsi antibiotik, obat penenang, atau antidepresi, serta obat penahan sakit juga dapat menyebabkan kita mengalami kesulitan buang air besar.    

Anjuran: Penuhi kebutuhan kalsium dan zat besi dengan pola makan seimbang. Bagi penderita maag, minum obat sesuai anjuran. Makanlah secara teratur agar maag tidak kambuh. Hindari obat penenang dan obat tidur. Upayakan selalu rileks dan tidak stres.    

Naturopati
Riani Susanto, ND, CT, ahli naturopati dari Harmony Zone, Jakarta

Penyebab: Kebiasaan buruk. Seperti kurang olahraga, terlalu banyak makan junk food dan gorengan, minum kopi dan soda berlebihan, serta sering stres. Begitu juga dengan kebiasaan memendam perasaan dan tak berani berpendapat. Hal-hal ini berpengaruh meski pola makan sudah baik.     

Anjuran: Penuhi kebutuhan tubuh untuk pola hidup berkualitas, dengan makan sehat, olahraga, dan selalu rileks. Atau jika diperlukan, kita bisa mengonsumsi home made yogurt yang mengandung bakteri baik untuk pencernaan. Pilih yang terbuat dari susu organik dan tak mengandung gula.   

Spesialis Gizi Klinis
Dr Ida Gunawan, MS, SpGK, adalah dokter spesialis gizi klinik dari Poliklinik Gizi Klinis RS Puri Indah, Jakarta.

Penyebab: Diet kurang serat dan air putih. Serat tak larut dalam air dan serat larut dalam air sama-sama dibutuhkan oleh proses pencernaan. Bila kurang, bisa menyebabkan konstipasi. Selain itu, konstipasi juga dikarenakan konsumsi obat pencahar yang berlebihan dalam waktu lama.

Anjuran: Terapkan pola makan lengkap dan seimbang. Misalnya, bahan makanan kaya serat seperti buah dan sayuran 5-6 porsi sehari. Minum cukup air dan biasakan juga membuang air besar secara teratur, jangan mengabaikan atau menunda keinginan BAB karena apapun.

(Prevention Indonesia Online/Intan Sari Boenarco/Siagian Priska)




Editor: Dini     Font: A A A Rate   --

View the Original article
Continue Reading »