Stats

Tampilkan postingan dengan label Manusia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Manusia. Tampilkan semua postingan

05 Juli 2011

Tubuh Manusia Bisa Memproduksi Morfin Sendiri

Tubuh Manusia Bisa Memproduksi Morfin Sendiri

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth

Your browser does not support iframes.



img
foto: ThinkstockJakarta, Para pecandu bisa menghabiskan seluruh hartanya hanya untuk mendapatkan morfin. Padahal menurut penelitian, tubuh manusia juga bisa memproduksi morfin sendiri dalam jumlah yang cukup untuk sekedar meredakan nyeri dalam kondisi tertentu.

Para peneliti dari Donald Danforth Plant Science Center di St Louis, Missouri menemukan jejak senyawa morfin dalam urine manusia dan mencit. Temuan ini menunjukkan bahwa manusia dan mamalia atau hewan menyusui lainnya juga memproduksi morfin sendiri.

Morfin yang diproduksi oleh tubuh mamalia kadarnya sangat kecil sehingga sulit diamati. Tim peneliti yang dipimpin oleh Meinhart Zenk baru bisa mendeteksinya pada urine mencit setelah menyuntiknya dengan senyawa tetrahydropapaveroline (THP).

THP diketahui merupakan senyawa alami yang dihasilkan oleh otak manusia maupun mamalia lainnya. Setelah kadarnya ditingkatkan dengan cara disuntik, senyawa ini mengalami perubahan struktur di dalam tubuh menjadi morfin dan baru bisa terdeteksi di urine.

Selama ini, satu-satunya makhluk hidup yang diketahui mampu memproduksi morfin hanya tanaman papaverin yang menggunakannya sebagai mekanisme pertahanan diri. Kelinci misalnya, tidak mau makan papaverin karena takut gerakannya jadi lambat sehingga gampang dimangsa predator lain yakni elang.

Pertanyaan yang muncul kemudian adalah, untuk apa manusia dan mamalia lain memproduksi morfin? Dugaan sementara, morfin juga digunakan oleh tubuh mamalia sebagai salah satu bentuk pertahanan diri meski mekanismenya tidak sama seperti pada papaverin.

Pada mamalia, kadar morfin yang dihasilkan sangat kecil dan hanya cukup untuk sedikit meredakan nyeri. Saat diserang predator, manusia atau mamalian lain memanfaatkan morfin alami di tubuhnya untuk menahan sakit sehingga punya kesempatan lebih besar untuk melarikan diri.

"Untuk saat ini, dugaan tersebut benar-benar masih sangat spekulatif," ungkap Zenk yang berencana mengamati apakah memang terjadi peningkatan kadar morfin ketika terjadi cedera pada kecelakaan, seperti dikutip dari Nationalgeographic, Senin (4/7/2011).

Morfin merupakan narkotika yang dihasilkan dari tanaman papaverin dan sering disalahgunakan. Karena bisa menyebabkan ketagihan, penggunaan morfin untuk keperluan medis sangat dibatasi hanya untuk mengatasi nyeri kronis yang sudah tidak memiliki pilihan pengobatan yang lain.

(up/ir)



View the Original article
Continue Reading »

04 Juli 2011

Alergi-alergi Paling Aneh yang Dialami Manusia

Alergi-alergi Paling Aneh yang Dialami Manusia

Merry Wahyuningsih - detikHealth

Your browser does not support iframes.



img
(Foto: thinkstock)Jakarta, Makanan seperti makanan laut (sea food), susu sapi, kacang, debu atau bulu dari hewan peliharaan paling sering menyebabkan alergi. Tapi ada 6 jenis pencetus alergi yang tergolong paling aneh. Apa saja?

Alergi terjadi pada saat sistem kekebalan tubuh bertindak seolah-olah zat asing (pencetus) lebih berbahaya dari yang sebenarnya.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), ada delapan jenis makanan yang menjadi pencetus lebih dari 90 persen reaksi alergi, yaitu susu, telur, kacang tanah, kacang pohon (seperti hazelnut dan walnut), ikan, kerang, kedelai dan gandum.

Tapi ada 6 pencetus alergi lainnya yang tergolong aneh, seperti dilansir Myhealthnewsdaily, Rabu (29/6/2011), yaitu:

1. Alergi air mani
Meski jarang terjadi, ada beberapa perempuan yang alergi terhadap air mani atau semen pasangannya. Bahkan dalam kasus yang jarang terjadi, laki-laki pun bisa alergi terhadap air maninya sendiri.

2. Alergi daging sapi
Alergi daging sapi juga tidak biasa terjadi, terutama pada orang dewasa. Namun menurut sebuah studi kasus yang dilaporkan dalam Journal of Investigational Allergology and Clinical Immunology tahun 2001, seorang pria yang tidak memiliki riwayat alergi jelas mengalami dua reaksi pada daging sapi. Tes menunjukkan ia alergi terhadap daging sapi, kambing dan daging kelinci, tetapi tidak alergi terhadap kucing, kuda, tungau, kedelai atau susu sapi.

3. Alergi hormon wanita
Cukup banyak perempuan yang mengeluhkan memburuknya jerawat pada beberapa hari siklus menstruasinya. Namun, sejumlah kecil perempuan menderita kondisi yang disebut autoimmune progesterone dermatitis (APD), yaitu gangguan kulit yang diperburuk oleh hipersensitivitas progesteron selama fase luteal dari siklus menstruasi, yang terjadi setelah ovulasi.

4. Alergi air
Air sangat dibutuhkan manusia, bahkan sebagian besar tubuh manusia adalah air. Tapi ternyata untuk kasus yang jarang terjadi, air juga dapat menyebabkan alergi yang disebut aquagenic urticaria. Orang yang alergi air akan mengalami gatal-gatal parah dan bintik merah dalam waktu 5 menit setelah kontak dengan air, terlepas sumber (air laut atau air keran) ataupun suhu air tersebut.

5. Alergi larutan garam
Larutan garam memang dianggap zat berbahaya bila dikonsumsi secara berlebihan karena bisa menyebabkan naiknya tekanan darah. Namun, dalam kasus yang dilaporkan di American Journal of Emergency Medicine pada tahun 2009, seorang wanita asal Turki (37 tahun) mengembangkan suatu reaksi anafilaksis (alergi akut) karena infus normal saline (larutan garam) saat ini sedang menjalani pengobatan nyeri perut akut.

6. Alergi umpan ikan
Ada kasus yang melaporkan beberapa umpan ikan menyebabkan reaksi alergi di kalangan nelayan. Seorang nelayan amatir (58 tahun) mengeluh pembengkakan dan gatal-gatal di wajah dan tubuhnya setiap kali ia pergi memancing di air tawar. Gejala akan muncul sekitar tiga jam setelah ia mulai memancing, tapi kadang-kadang tidak akan muncul selama enam atau delapan jam, setelah ia kembali ke rumah.

Hasil tes mengungkapkan bahwa orang tersebut alergi terhadap larva Galleria mellonella (ngengat lilin besar), yang ia digunakan sebagai umpan saat memancing.

(mer/ir)



View the Original article
Continue Reading »

Penemuan Baru yang Bikin Nyamuk Tak Berselera Pada Manusia

Penemuan Baru yang Bikin Nyamuk Tak Berselera Pada Manusia

Merry Wahyuningsih - detikHealth

Your browser does not support iframes.



img
(Foto: thinkstock)Nashville, AS, Para ahli akhirnya menemukan cara baru untuk membasmi nyamuk yang mengancam manusia seperti malaria. Dengan tidak mengganggu ekosistem, ilmuwan mengubah kebiasaan-kebiasaan dari nyamuk dengan sebuah senyawa baru yang membuat nyamuk tak berselera pada manusia.

Setelah bekerja enam tahun, Dr Lawrence Zwiebel seorang peneliti dari Vanderbilt University di Nashville, Tennessee AS, akhirnya menemukan cara untuk mengusir serangga mematikan dengan pendekatan baru.

Tim Zwiebel berhasil mengubah kebiasaan dari hama kuno itu, seperti kebiasaan berpesta dengan mengidentifikasi senyawa yang dapat mengganggu penciuman perilaku nyamuk. Dengan senyawa baru ini diyakini sebagai cara yang ribuan kali lebih efektif dibandingkan dengan obat anti serangga yang paling umum digunakan, DEET (N, N-diethyl-m-toluamide).

"Senyawa ini diberi nama VUAA1, bekerja dengan mengaktifkan 76 reseptor bau serangga sekaligus, sehingga dapat sangat merangsang dan membingungkan serangga," Dr Lawrence Zwiebel, seorang peneliti di Vanderbilt University, seperti dilansir ABCNews, Rabu (29/6/2011).

Ilmuwan mengibaratkan nyamuk yang terkena senyawa tersebut dengan pengalaman manusia. "Jika Anda masuk ke lift dan ada seseorang dengan parfum terlalu menyengat, Anda hanya sekali mengaktifkan reseptor bau sedikit, tapi Anda masih ingin keluar untuk dari sana," kata Jones.

Untuk nyamuk, senyawa ini akan mengaktifkan setiap reseptor dan akan sangat membingungkan. Senyawa ini juga akan memperpendek kemampuan penciuman nyamuk terhadap manusia.

Dan jika bukan pada manusia, nyamuk akan menargetkan burung atau mamalia lain sebagai sasarannya, yang tidak menggunakan obat nyamuk. "Nyamuk akan menjadi sembarangan dalam mencari mangsa," jelas Jones.

Terlebih lagi, senyawa ini tampaknya juga efektif untuk serangga lainnya. "Ini penolak baru yang potensial dapat mengusir hampir setiap serangga," papar Jones.

Ancaman nyamuk berbahaya telah menjadi masalah global yang mendapat perhatian serius. Di berbagai penjuru dunia, nyamuk malaria telah merenggut nyawa seorang anak setiap 45 menit sekali, yang sebagian besar terjadi di Afrika. Namun kematian tersebut sebenarnya dapat dicegah.

"Binatang paling berbahaya di planet ini adalah gambiae Anopheles, nyamuk yang membawa malaria," kata Dr Zwiebel.

(mer/ir)



View the Original article
Continue Reading »

Gen Manusia Tidak Suka Lihat Wajah Murung

Gen Manusia Tidak Suka Lihat Wajah Murung

Merry Wahyuningsih - detikHealth

Your browser does not support iframes.



img
(Foto: thinkstock)Reading, Inggris, Hampir semua orang lebih suka melihat wajah yang terlihat bahagia ketimbang wajah yang murung, meski hal tersebut tidak berlaku pada penyandang autis. Lantas mengapa orang lebih suka melihat wajah yang bahagia?

Sebuah studi baru menemukan bahwa mutasi pada gen tertentu dapat membuat orang lebih banyak menghabiskan waktu melihat wajah yang tampak bahagia dibanding orang lain. Gen tersebut adalah cannabinoid receptor 1 (CNR1) dalam sel otak.

Peneliti mengatakan mutasi pada gen ini akan membuat perbedaan dalam cara orang memproses emosi pada wajah.

"Ada faktor genetik yang mempengaruhi aspek-aspek paling dasar dari perilaku sosial kita, misalnya berapa lama kita melihat wajah bahagia," kata Bhismadev Chakrabarti, peneliti dan asisten profesor di University of Reading di Inggris, seperti dilansir Livescience, Kamis (30/6/2011).

Hasil studi ini juga memberikan wawasan tentang genetika autisme. Individu dengan autis memiliki kesulitan dalam memahami emosi wajah dan jarang melihat wajah orang.

Peneliti menyebutkan bayi cenderung melihat lebih lama pada rangsangan tertentu, termasuk wajah bahagia. Satu hipotesis adalah karena bayi mendapat 'penghargaan' pada otaknya, melalui pelepasan zat kimia tertentu ketika mereka melihat benda-benda menyenangkan.

Cannabinoid receptor 1 terlibat dalam respon otak untuk penghargaan. Gen ini mengontrol pelepasan dopamin, yaitu bahan kimia otak yang membuat orang merasa senang dan bahagia. Dari studi awal sebelumnya, peneliti menduga gen CNR1 mungkin membantu menentukan fiksasi pandangan.

Peneliti menemukan ada hubungan antara mutasi tertentu pada gen CNR1 dan berapa lama orang memandang wajah bahagia, tetapi tidak pada wajah jijik atau murung. Hal ini sesuai dengan teori mereka, karena wajah murung tidak akan bermanfaat.

Studi ini telah dipublikasikan secara online 29 Juni dalam jurnal Molecular Autisme.




(mer/ir)



View the Original article
Continue Reading »

24 Maret 2011

Perasaan-perasaan Manusia dan Arti Penyakitnya

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth

Your browser does not support iframes.




foto: ThinkstockJakarta, Berbagai jenis perasaan manusia tidak hanya ditentukan oleh faktor kejiwaan, sebab kondisi fisik juga bisa mempengaruhinya. Beberapa jenis penyakit kronis bisa membuat seseorang lebih sering mengalami perasaan tertentu sepanjang waktu.

Ilmu pengobatan China mengenal 6 emosi atau perasaan yang dialami oleh manusia. Jika salah satunya muncul sepanjang waktu dan lebih dominan dibandingkan perasaan lain, maka kemungkinannya perasaan itu menandakan adanya penyakit dalam tubuh seseorang.

Perasaan-perasaan yang menandakan adanya penyakit adalah sebagai berikut, seperti dikutip dari HealthMad, Rabu (23/3/2011).

1. Kegirangan
Meski biasanya perasaan bahagia menunjukkan kondisi jiwa yang sehat, kegembiraan yang berlebihan atau euforia justru menunjukkan kondisi fisik dan mental yang tidak sehat. Seseorang yang selalu tampak girang sepanjang waktu berisiko mengalami gangguan jantung atau paling tidak yang lebih masuk akal adalah gangguan mental.

2. Gelisah
menurut ilmu pengobatan China, rasa panik dan gelisah yang muncul sepanjang waktu juga berhubungan dengan kesehatan jantung. Terlebih jika kegelisahan itu disertai gejala-gejala seperti palpilasi atau jantung berdebar dan berkeringat dingin.

3. Khawatir
Seseorang yang selalu merasa khawatir kemungkinan punya masalah dengan kelenjar limpa yang tidak bekerja sebagaimana mestinya. Gejala lain yang menyertai biasanya adalah nafsu makan berkurang, anggota badan terasa lemah, perut kembung dan menstruasi tidak teratur.

4. Sedih
Masalah pada sistem pernapasan terutama paru-paru bisa membuat seseorang tampak selalu sedih sepanjang hari. Kebetulan, serangan asma dan radang tenggorokan cenderung juga lebih sering terjadi dalam suasana duka, sementara batuk rejan lebih sering dialami orang yang hidupnya menderita.

5. Takut
Jika bukan karena sifatnya yang memang penakut, seseorang yang selalu ketakutan mungkin punya masalah dengan ginjal. Kemungkinan lainnya adalah tekanan berlebih pada tulang punggung bagian bawah, infeksi saluran kencing atau gangguan fungsi seksual.

6. Marah
Ilmu pengobatan China mengenal energi Qi, yang jika mengalami peningkatan secara berlebih dampaknya bisa membuat seseorang jari lebih pemarah. Peningkatan energi Qi juga berhubungan dengan munculnya masalah pada hati, serta berbagai gejala seperti sakit kepala, pusing dan mata merah.

(up/ir)


View the Original article
Continue Reading »

Tinja Manusia Paling Banyak Mencemari Air Tanah

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth

Your browser does not support iframes.




foto: ThinkstockDepok, Ada berbagai jenis polutan yang bisa mencemari air dan membuatnya tidak layak untuk diminum. Meski logam berat relatif lebih berbahaya, material organik yang berasal dari tinja tetap merupakan penyumbang polusi air yang paling besar.

"Feses (tinja) paling banyak mencemari air. Rata-rata manusia memproduksi feses antara 150 hingga 200 gram/hari," ungkap pakar kesehatan lingkungan dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI), Sumengen Sutomo, MPH, DrPH, Senin (21/3/2011).

Ditemui dalam seminar "Pencemaran Air Minum: Dampak Kesehatan dan Solusinya" di kampus FKM UI Depok, Sumengen mengatakan tinja manusia mengandung berbagai kuman patogen atau penyebab penyakit.

Jenis kuman yang sering ditemukan dalam tiap gram feses antara lain sebagai berikut.

Salmonella (1 juta kuman) Vibrio kolera (1 juta kuman) Virus poliomeylitis (1 juta kuman) Amoeba (10.000 kuman) Escherichia coli (1 miliar kuman)
Sementara itu pakar lainnya dari FKM UI, Dr Ir Setyo Sarwanto Mursidik mengatakan dalam 5 tahun terakhir 80-90 persen sumur di Jakarta tercemar Escherichia coli. Meski tidak terlalu berbahaya, keberadaan E.coli selalu dijadikan indikator bahwa air tersebut tercemar oleh tinja.

Air yang tercemar tinja manusia bisa memicu 2 jenis penyakit, yakni water-borne disease dan water-washed disease. Water-borne disease dipicu oleh air yang diminum misalnya diare, kolera dan disenteri, sementara water-washed disease dipicu oleh air untuk mandi misalnya infeksi kulit.

Meski lebih banyak, luas penyebaran polutan mikrobiologis umumnya lebih rendah dibandingkan polutan kimia. Jika polutan kimia bisa meresap hingga kedalaman 95 meter dan radius 9 meter, kuman-kuman dalam tinja hanya bisa meresap 4-11 meter dan radius 2 meter.

Karena itu pencegahannya juga lebih mudah, yakni dengan memastikan septic tank dan sumur terisolasi dengan baik. Jika sudah terisolasi, maka jarak septictank dengan sumur sudah tidak perlu menjadi masalah terutama di wilayah padat penduduk seperti di perkotaan.

Selain itu, pemanasan air minum dinilai sudah cukup efektif untuk membunuh polutan mikrobiologis. Es batu yang digunakan di warung-warung pinggir jalan seringkali masih tercemar E.coli karena berasal dari air mentah yang tidak dimasak sebelum dibekukan.

(up/ir)


View the Original article
Continue Reading »