Stats

Tampilkan postingan dengan label Minum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Minum. Tampilkan semua postingan

04 Juli 2011

Ini Dia Penyebab Diare yang Muncul Usai Minum Antibiotik

Ini Dia Penyebab Diare yang Muncul Usai Minum Antibiotik

Vera Farah Bararah - detikHealth

Your browser does not support iframes.



img
(Foto: thinkstock)Jakarta, Dalam kebanyakan kasus diare yang terjadi akibat antibiotik umumnya bersifat ringan seperti tinja menjadi lebih encer, frekuensi buang air besar (BAB) yang meningkat serta adanya dorongan yang lebih sering untuk ke kamar mandi. Kenapa habis minum antibiotok jadi diare?

Gejala ini akan berhenti setelah seseorang tidak lagi mengonsumsi obat tersebut. Diare yang disebabkan oleh antibiotik biasa disebut dengan antibiotic associated diarrhea (AAD).

Saluran pencernaan manusia terutama usus memiliki peran yang penting dalam proses pencernaan dan ekskresi. Usus ini diketahui mengandung bakteri baik (probiotik) dan juga jahat (bisa menyebabkan penyakit).

Pada kondisi tertentu antibiotik yang dikonsumsi turut membunuh bakteri baik yang terdapat di dalam usus, padahal bakteri ini bertugas membunuh mikroba yang tidak diinginkan.

Selain itu bisa juga antibiotik ini mengganggu proses metabolisme sehingga penyerapan asam lemak rantai pendek menjadi berkurang dan memicu diare. Umumnya diare terjadi jika seseorang mengonsumsi antibiotik dalam jangka waktu lama biasanya setelah 7-10 hari, seperti dikutip dari Buzzle, Senin (4/7/2011).

Beberapa obat antibiotik yang bisa menyebabkan diare atau AAD umumnya penicillin, clindamycin, cephalosporins, quinolones dan tetracyclines. Namun penggunaan obat ini memiliki reaksi yang berbeda-beda antar individu.

Jika antibiotik terus menerus dikonsumsi, maka gejala ringan yang muncul bisa menjadi lebih berat karena jumlah bakteri baik di dalam usus semakin berkurang. Gejala berat yang muncul meliputi sakit perut, demam, diare berair hingga darah dalam feses.

Gejala berat yang tidak ditangani dengan baik bisa memicu terjadinya colitis dan pseudomembranous colitis yang merupakan kasus radang usus besar. Untuk itu segera hentikan konsumsi antibiotik dan konsultasikan dengan dokter untuk meresepkan obat berbeda yang mengandung bakteri baik.

(ver/ir)



View the Original article
Continue Reading »

Banyak Minum Alkohol Terkait Risiko Pneumonia

New York (ANTARA News) - Penelitian baru dari Denmark, menunjukkan bahwa peminum berat  alkohol lebih sering berakhir di rumah sakit karena pneumonia (radang paru-paru) daripada mereka yang berhati-hati pada alkohol.

Tetapi, hanya peminum terbanyak - pria yang mengatakan mereka minum lebih dari 50 minuman dalam seminggu - yang berisiko lebih tinggi terkena infeksi.

Penelitian itu bukan yang pertama menggambarkan garis antara alkohol dan pneumonia. Para peneliti belum yakin bahwa minum alkohol menimbulkan pneumonia - alkohol bisa dikaitkan dengan penyakit kronos seperti liver dan gangguan jantung, contohnya.

Dalam laporan belum lama ini, Dr Reimar Wernich Thomsen, dari Aarhus University Hospital, dan rekan-rekannya menggunakan data dari penelitian penelitian luas kesehatan Denmark, termasuk lebih dari 45.000 orang berusia 50 hingga 64 tahun, yang tidak pernah mengidap pneumonia.

Semua partisipan mengisi survei pada awal penelitian, yang termasuk pertanyaan mengenai seberapa sering mereka minum bir, anggur dan minuman keras. Para perempuan dilaporkan rata-rata minum enam minuman setiap minggu, sementara para pria mengatakan mereka mereka minum 12 minuman per minggu.

Selama 12 tahun ke depan, kira-kira empat persen peserta masuk rumah sakit karena pneumonia.

Para peneliti melaporkan dalam "European Respiratory Journal", tanpa memperhatikan seberapa banyak mereka mengatakan mereka minum, mulai dari nol hingga lebih dari 35 minuman setiap minggu - para perempuan memiliki risiko pneumonia serupa.

Bagaimanapun juga, pria yang minum lebih dari 50 minuman setiap minggu kira-kira 80 persen lebih cenderung masuk rumah sakit karena pneumonia daripada mereka yang minum antara satu dan enam setiap minggu, setelah menghitung faktor seperti merokok dan berat badan.

Kira-kira satu dari tiga puluh pria minum dengan cukup untuk menempatkan dirinya dalam kategori itu.

Saat Thomsen dan rekan-rekannya juga memperkirakan penyakit kronis lain yang dikembangkan pria, kaitan antara alkohol dan pneumonia tetap ada, tetapi lebih lemah.

"Gagasan umumnya adalah alkohol merusak sistem kekebalan, setiap bagian sistem kekebalan," kata Dr. Andriy Samokhvalov, dari Toronto's Center for Addiction and Mental Health, yang tidak terlibat dalam penelitian baru, seperti dikutip Reuters.

Bila minum secara berlebihan mengantar pada pneumonia, seberapa banyak tepatnya minuman yang dibutuhkan seseorang untuk meningkatkan risiko masih belum pasti. Dan, itu tidak membantu karena penelitian mengandalkan laporan konsumsi minum mereka sendiri, yang akan memperlemah hasilnya.

Berdasarkan Samokhvalov,"Kami pikir seharusnya ada ambang penerimaan isyarat mengenai minum empat kali per hari."

Baik pria dan wanita memiliki risiko pneumonia lebih tinggi bila mereka jarang  minum dalam dosis tinggi, daripada mabuk selama seminggu.

Para peneliti setuju masuk akal bila orang yang mabuk-mabukan dan tidak sadar akan menghambat sistem kekebalan mereka.

Dr. Marjolein de Wit, mengatakan bahwa orang yang sering minum juga memiliki risiko lebih tinggi mendapat infeksi seperti pneumonia di rumah sakit saat mereka mengaku untuk alasan lain. Dan, saat mereka terinfeksi, risiko kematian mereka lebih tinggi. De Wit mempelejari alkohol dan penyakit kritis di Virginia Commonwealth University di Richmond.
(ENY)



View the Original article
Continue Reading »

24 Maret 2011

Punya Bakat Batu Ginjal? Cegah dengan Minum 3 Liter Air/hari

Vera Farah Bararah - detikHealth

Your browser does not support iframes.




(Foto: thinkstock)Jakarta, Penyakit batu ginjal sulit dideteksi. Penyakit ini juga sebagian besar diturunkan sehingga ada orang yang memang punya bakat batu ginjal.

Orang yang punya bakat batu ginjal harus memperhatikan konsumsi air minumnya. Orang yang punya batu ginjal atau bakat batu ginjal diusahakan volume urinenya 2 liter dalam 24 jam sehingga ia dianjurkan minum 3 liter air per hari.

Orang yang bakat batu ginjal baru tahu penyakitnya muncul biasanya setelah mengalami rasa nyeri di perut bawah. Gejala lain antara lain nyeri punggung, mual, muntah, perut menggelembung, demam, menggiggil, dan ada darah di dalam air kemih.

"Penyakit ginjal itu sebagian besar diturunkan, jadi ada orang yang berbakat batu ginjal dan ada juga yang tidak. Kalau salah satu orangtuanya ada yang terkena batu ginjal, maka anaknya memiliki bakat batu," ujar Dr dr Parlindungan Siregar, SpPD-KGH dari divisi ginjal hipertensi, Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI dalam acara konferensi pers Hydration and Health di Hotel Gran Sahid Jaya seperti ditulis Minggu (20/3/2011).

Dr Parlindungan menuturkan bagi orang yang ada batu ginjal atau memiliki bakat batu ginjal diusahakan volume urinnya sebanyak 2 liter dalam waktu 24 jam. Untuk itu ia dianjurkan untuk minum 3 liter air setiap hari. Tapi dengan catatan fungsi ginjal yang dimilikinya harus normal.

Sedangkan jika seseorang diketahui memiliki gangguan pada fungsi ginjalnya baik itu gangguan ginjal akut atau gangguan ginjal kronik stadium 4 dan 5, maka asupan air yang dikonsumsi harus dibatasi.

Untuk orang dengan gangguan ginjal, asupan cairannya sebanyak volume urin yang dikeluarkan dalam waktu 24 jam ditambah 500 ml. Misalnya volume urin yang dikeluarkan sebanyak 500 ml, maka asupan cairannya adalah 500 ml + 500 ml = 1.000 ml atau 1 liter sehari.

Selain itu, orang yang memiliki bakat batu ginjal sebaiknya menghindari konsumsi alkohol, karena kadar purin yang terkandung dalam alkohol terbilang tinggi sehingga bisa menjadi pencetus batu ginjal.

Mengenai kabar yang beredar bahwa orang harus banyak minum agar ginjalnya tidak rusak, menurut Dr Parlindungan tidaklah terlalu tepat. Dr Parlindungan mengungkapkan bahwa kabar tersebut ada benarnya tapi ada juga salahnya.

"Kalau orang punya fungsi ginjal normal, maka kekurangan cairan sedikit tidak menimbulkan gangguan ginjal. Kalau kekurangan 3 persen cairan hanya mengalami gangguan kognitif," ungkapnya.

Tapi kalau kekurangan cairannya luar biasa hingga 10-15 persen bisa menyebabkan gangguan ginjal, misalnya seseorang yang mengalami diare atau muntaber dan tidak tertangani dengan baik bisa menyebabkan gangguan ginjal akut.

"Tubuh kita ini pintar, dia tahu kapan kita butuh air dan kapan tidak. Sebaiknya konsumsi air dengan cukup dalam arti tidak boleh kurang dan juga tidak boleh berlebih," ujar dokter kelahiran Medan 60 tahun silam.

(ver/ir)


View the Original article
Continue Reading »

Minum Obat Penumbuh Rambut Berbuntut Hilang Gairah Seks

Irna Gustia - detikHealth

Your browser does not support iframes.




(Foto: thinkstock)Jakarta, Dua masalah yang ditakuti pria masa kini adalah kebotakan dan disfungsi ereksi. Tapi hati-hati, bagi pria yang mengonsumsi obat penumbuh rambut karena efek sampingnya bisa bikin hasrat seks hilang.

Penelitian yang dipublikasikan Journal of Sexual Medicine seperti dikutip dari AOL, Minggu (20/3/2011) menemukan obat pencegah kebotakan yang mengandung bahan kimia finasteride memiliki efek samping serius bagi kejantanan pria.

Dr. Michael Irwig dari fakultas kedokteran George Washington University's melakukan penelitian terhadap obat penumbuh rambut yang mengandung finasteride.

Hasilnya, 2 obat pencegah kebotakan yang populer dengan merek dagang Propecia dan Proscar,-- keduanya produksi Merck--, ternyata memicu penurunan libido dan orgasme pada pria. Efek samping tersebut masih dirasakan meski para pria itu tidak lagi meminum obat tersebut.

"Obat ini mengacaukan beberapa jalur hormon yang penting yang berkaitan dengan libido dan fungsi seksual lainnya," kata Dr Irwig.

Dr Irwig menemukan meski sudah tidak minum obat tersebut, pria-pria tersebut masih mengalami gangguan seksual minimal 3 bulan. Tapi beberapa kasus pada pria yang pernah minum obat tersebut mengalami gangguan seksual selama 5-10 tahun.

Efek samping yang muncul selain gangguan seksual adalah masalah kejiwaan mulai dari kecemasan berlebih, depresi hingga pikiran untuk bunuh diri.

"Partisipan yang diteliti adalah orang-orang muda yang sebelumnya tidak punya masalah medis dan masalah gangguan kejiwaan. Tapi hasilnya setelah minum obat ini mereka terkena efek sampingnya," ujar Dr Irwig.

Dr Irwig dan timnya meneliti 71 pria usia produktif berumur 21-46 tahun yang mengonsumsi Proscar dan Propecia. Sebelum mengonsumsi obat, partisipan adalah tipe pria bugar yang tak satu pun punya masalah gangguan seksual.

Hasil penelitian menunjukkan 94 persen pria mengalami penurunan hasrat seks dan 69 persen mengaku susah mencapai orgasme, ditambah munculnya efek masalah kejiwaan.

Partisipan yang diteliti adalah mereka yang mengonsumsi obat pencegah kebotakan selama 1 bulan hingga 28 bulan.

Atas efek samping yang dialami pria peminum 2 obat tersebut, Merck kini harus menghadapi sejumlah tuntuntan hukum di Kanada dan Connecticut AS.

Sebenarnya pihak perusahaan obat sudah mencantumkan efek samping dari minum obat tersebut. Hanya saja menurut Dr Irwig, perusahaan tidak mencantumkan efek samping tersebut masih bisa terjadi walaupun sudah tidak minum obat itu lagi.

(ir/ir)


View the Original article
Continue Reading »