Stats

Tampilkan postingan dengan label Paling. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Paling. Tampilkan semua postingan

04 Juli 2011

Alergi-alergi Paling Aneh yang Dialami Manusia

Alergi-alergi Paling Aneh yang Dialami Manusia

Merry Wahyuningsih - detikHealth

Your browser does not support iframes.



img
(Foto: thinkstock)Jakarta, Makanan seperti makanan laut (sea food), susu sapi, kacang, debu atau bulu dari hewan peliharaan paling sering menyebabkan alergi. Tapi ada 6 jenis pencetus alergi yang tergolong paling aneh. Apa saja?

Alergi terjadi pada saat sistem kekebalan tubuh bertindak seolah-olah zat asing (pencetus) lebih berbahaya dari yang sebenarnya.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), ada delapan jenis makanan yang menjadi pencetus lebih dari 90 persen reaksi alergi, yaitu susu, telur, kacang tanah, kacang pohon (seperti hazelnut dan walnut), ikan, kerang, kedelai dan gandum.

Tapi ada 6 pencetus alergi lainnya yang tergolong aneh, seperti dilansir Myhealthnewsdaily, Rabu (29/6/2011), yaitu:

1. Alergi air mani
Meski jarang terjadi, ada beberapa perempuan yang alergi terhadap air mani atau semen pasangannya. Bahkan dalam kasus yang jarang terjadi, laki-laki pun bisa alergi terhadap air maninya sendiri.

2. Alergi daging sapi
Alergi daging sapi juga tidak biasa terjadi, terutama pada orang dewasa. Namun menurut sebuah studi kasus yang dilaporkan dalam Journal of Investigational Allergology and Clinical Immunology tahun 2001, seorang pria yang tidak memiliki riwayat alergi jelas mengalami dua reaksi pada daging sapi. Tes menunjukkan ia alergi terhadap daging sapi, kambing dan daging kelinci, tetapi tidak alergi terhadap kucing, kuda, tungau, kedelai atau susu sapi.

3. Alergi hormon wanita
Cukup banyak perempuan yang mengeluhkan memburuknya jerawat pada beberapa hari siklus menstruasinya. Namun, sejumlah kecil perempuan menderita kondisi yang disebut autoimmune progesterone dermatitis (APD), yaitu gangguan kulit yang diperburuk oleh hipersensitivitas progesteron selama fase luteal dari siklus menstruasi, yang terjadi setelah ovulasi.

4. Alergi air
Air sangat dibutuhkan manusia, bahkan sebagian besar tubuh manusia adalah air. Tapi ternyata untuk kasus yang jarang terjadi, air juga dapat menyebabkan alergi yang disebut aquagenic urticaria. Orang yang alergi air akan mengalami gatal-gatal parah dan bintik merah dalam waktu 5 menit setelah kontak dengan air, terlepas sumber (air laut atau air keran) ataupun suhu air tersebut.

5. Alergi larutan garam
Larutan garam memang dianggap zat berbahaya bila dikonsumsi secara berlebihan karena bisa menyebabkan naiknya tekanan darah. Namun, dalam kasus yang dilaporkan di American Journal of Emergency Medicine pada tahun 2009, seorang wanita asal Turki (37 tahun) mengembangkan suatu reaksi anafilaksis (alergi akut) karena infus normal saline (larutan garam) saat ini sedang menjalani pengobatan nyeri perut akut.

6. Alergi umpan ikan
Ada kasus yang melaporkan beberapa umpan ikan menyebabkan reaksi alergi di kalangan nelayan. Seorang nelayan amatir (58 tahun) mengeluh pembengkakan dan gatal-gatal di wajah dan tubuhnya setiap kali ia pergi memancing di air tawar. Gejala akan muncul sekitar tiga jam setelah ia mulai memancing, tapi kadang-kadang tidak akan muncul selama enam atau delapan jam, setelah ia kembali ke rumah.

Hasil tes mengungkapkan bahwa orang tersebut alergi terhadap larva Galleria mellonella (ngengat lilin besar), yang ia digunakan sebagai umpan saat memancing.

(mer/ir)



View the Original article
Continue Reading »

24 Maret 2011

Permak Payudara, Bedah Plastik yang Paling Diminati

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth

Your browser does not support iframes.




foto: ThinkstockNew York, Permintaan operasi untuk memperbaiki bentuk payudara, baik memperbesar maupun memperkecil terus meningkat dalam 10 tahun terakhir. Sebaliknya, bedah kosmetik lainnya seperti sedot lemak dan pembentukan hidung cenderung berkurang.

American Society of Plastic Surgeons baru-baru ini melaporkan, permintaan operasi untuk memperbesar payudara pada tahun 2010 mencapai 296.203 atau naik 2 persen dari 2009. Bahkan bila dibandingkan dengan data 10 tahun sebelumnya, angka tersebut meningkat 39 persen.

Permintaan untuk memperkecil ukuran payudara juga meningkat menjadi 82.871 atau naik 6 persen dibandingkan tahun 2009. Hanya saja jika dibandingkan dengan 10 tahun sebelumnya, angka tersebut sedikit mengalami penurunan yakni sekitar 2 persen.

Data ini menunjukkan, operasi untuk memperbaiki bentuk payudara relatif paling diminati dalam 10 tahun terakhir bila dibandingkan dengan jenis bedah plastik yang lain. Operasi mengubah bentuk hidung, memperbaiki kelopak mata dan sedot lemak justru mengalami penurunan.

Besarnya penurunan minat untuk melakukan bedah plastik dalam 10 tahun terakhir adalah sebagai berikut, seperti dikutip dari NY Times, Rabu (23/3/2011):

Sedot lemak, turun 43 persen Memperbaiki bentuk hidung, turun 35 persen Memperbaiki kelopak mata, turun 36 persen Face-lift (permak wajah total), turun 16 persen.
Penurunan minat terhadap berbagai jenis bedah kosmetik disebabkan oleh perkembangan teknologi yang menghadirkan prosedur lain yang lebih aman. Prosedur-prosedur noninvasif atau tanpa operasi seperti suntik botox, laser saat ini lebih diminati dibandingkan bedah kosmetik.

Permintaan berbagai prosedur noninvasif juga menunjukkan peningkatan dalam 10 tahun terakhir, diantaranya adalah sebagai berikut:

Suntik botox, naik 584 persen Penghilangan keriput, naik 172 persen Penghilangan rambut halus dengan laser, naik 27 persen. �

(up/ir)


View the Original article
Continue Reading »

3 Teh Herbal Paling Bermanfaat

15:10 WIB

KOMPAS.com - Anda yang gemar minum teh pasti sering mencoba berbagai varian teh yang dihasilkan dari daun teh. Selain teh hitam, teh hijau tergolong paling populer karena dapat meningkatkan kesehatan tubuh. Di luar itu, masih ada jenis tanaman lain yang juga diolah menjadi teh, yang menurut para peneliti memberikan keuntungan yang tak kalah besarnya.

Sebuah studi yang diterbitkan oleh majalah Agricultural Research menyebutkan beberapa manfaat kesehatan dari tiga jenis teh herbal yang paling populer:

Chamomile. Para ilmuwan memang tidak menemukan bukti-bukti yang mengatakan bahwa teh chamomile bisa menenangkan dan meredakan saraf-saraf yang tegang. Meskipun begitu, chamomile dinilai memiliki aktivitas antimikroba yang moderat, dan aktivitas yang menurunkan penyerangan penggumpalan darah secara signifikan.

Peppermint. Aroma teh yang pedas seperti permen ini mengandung senyawa yang melawan mikroorganisme dan virus. Selain itu juga memiliki antioksidan dan antitumor yang kuat, serta berpotensi sebagai antialergi.

Hibiscus. Teh kembang sepatu tak sama dengan teh rosella, karena beda spesies meskipun satu rumpun. Secangkir teh kembang sepatu terbukti mampu menurunkan tekanan darah. Hal ini diketahui setelah peneliti menguji sekelompok orang yang mengalami prehipertensi dan hipertensi sedang.


DIN

Editor: Dini

Sumber: Glamour     Font: A A A Rate   --

View the Original article
Continue Reading »

Tinja Manusia Paling Banyak Mencemari Air Tanah

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth

Your browser does not support iframes.




foto: ThinkstockDepok, Ada berbagai jenis polutan yang bisa mencemari air dan membuatnya tidak layak untuk diminum. Meski logam berat relatif lebih berbahaya, material organik yang berasal dari tinja tetap merupakan penyumbang polusi air yang paling besar.

"Feses (tinja) paling banyak mencemari air. Rata-rata manusia memproduksi feses antara 150 hingga 200 gram/hari," ungkap pakar kesehatan lingkungan dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI), Sumengen Sutomo, MPH, DrPH, Senin (21/3/2011).

Ditemui dalam seminar "Pencemaran Air Minum: Dampak Kesehatan dan Solusinya" di kampus FKM UI Depok, Sumengen mengatakan tinja manusia mengandung berbagai kuman patogen atau penyebab penyakit.

Jenis kuman yang sering ditemukan dalam tiap gram feses antara lain sebagai berikut.

Salmonella (1 juta kuman) Vibrio kolera (1 juta kuman) Virus poliomeylitis (1 juta kuman) Amoeba (10.000 kuman) Escherichia coli (1 miliar kuman)
Sementara itu pakar lainnya dari FKM UI, Dr Ir Setyo Sarwanto Mursidik mengatakan dalam 5 tahun terakhir 80-90 persen sumur di Jakarta tercemar Escherichia coli. Meski tidak terlalu berbahaya, keberadaan E.coli selalu dijadikan indikator bahwa air tersebut tercemar oleh tinja.

Air yang tercemar tinja manusia bisa memicu 2 jenis penyakit, yakni water-borne disease dan water-washed disease. Water-borne disease dipicu oleh air yang diminum misalnya diare, kolera dan disenteri, sementara water-washed disease dipicu oleh air untuk mandi misalnya infeksi kulit.

Meski lebih banyak, luas penyebaran polutan mikrobiologis umumnya lebih rendah dibandingkan polutan kimia. Jika polutan kimia bisa meresap hingga kedalaman 95 meter dan radius 9 meter, kuman-kuman dalam tinja hanya bisa meresap 4-11 meter dan radius 2 meter.

Karena itu pencegahannya juga lebih mudah, yakni dengan memastikan septic tank dan sumur terisolasi dengan baik. Jika sudah terisolasi, maka jarak septictank dengan sumur sudah tidak perlu menjadi masalah terutama di wilayah padat penduduk seperti di perkotaan.

Selain itu, pemanasan air minum dinilai sudah cukup efektif untuk membunuh polutan mikrobiologis. Es batu yang digunakan di warung-warung pinggir jalan seringkali masih tercemar E.coli karena berasal dari air mentah yang tidak dimasak sebelum dibekukan.

(up/ir)


View the Original article
Continue Reading »