Stats

Tampilkan postingan dengan label Payudara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Payudara. Tampilkan semua postingan

04 Juli 2011

Berjemur Bisa Mengurangi Risiko Kanker Payudara

London (ANTARA News) - Penelitian baru menyebutkan menghabiskan rata-rata tiga jam sehari terpapar sinar matahari bisa mengurangi risiko kanker payudara hingga 50 persen.

Penelitian itu dipublikasikan dalam American Journal of Epidemiology, seperti dikutip Daily Mail. Riset itu merupakan yang terkini dalam serangkaian studi yang menunjukkan paparan sinar matahari secara rutin bisa memiliki efek anti-kanker dengan merangsang produksi vitamin D dalam kulit.

Tes laboratorium menunjukkan sel-sel payudara mampu mengubah vitamin D menjadi hormon yang memiliki sifat anti-kanker. Para peneliti Kanada membandingkan 3.101 penderita kanker payudara dengan 3.471 perempuan sehat yang tidak mengidap tumor.

Setiap partisipan ditanya seberapa banyak waktu yang mereka habiskan di luar ruangan antara April dan Oktober selama empat tahap hidup mereka: masa remaja, usia dua puluhan dan tiga puluhan, empat puluhan dan lima puluhan dan dari usia 60 hingga 74.

Hasilnya menunjukkan bahwa perempuan yang setidaknya terpapar sinar matahari 21 jam dalam satu minggu dalam masa remaja mereka 29 persen kecenderungan untuk mengidap kanker lebih sedikit daripada mereka yang mendapat sinar matahari satu jam sehari.

Bagi perempuan yang menghabiskan waktu paling banyak di luar ruangan pada usia empat puluhan dan lima puluhan, risikonya turun 26 persen dan bagi mereka yang diatas 60 tahun, sinar matahari mengurangi risiko tumor sebanyak 50 persen.

Sementara itu, satu penelitian menemukan para pria yang mendapat jumlah vitamin D yang direkomendasikan kecenderungan untuk mendapat serangan jantung atau stroke lebih sedikit.

Riset yang dilakukan di Amerika Serikat itu mengikuti hampir 119.000 orang dewasa selama dua dekade. Hasilnya menemukan bahwa para pria yang setidaknya mendapat 600 IU (International Unit) vitamin D vitamin D per hari 16 persen lebih sedikit kemungkinannya untuk mengambangkan gangguan jantung atau stroke daripada para pria yang mendapat kurang dari 100 IU. Tetapi, para periset di Harvard School of Public Health tidak menemukan pola itu di antara perempuan,

IU merupakan satuan untuk mengukur aktivitas biologi, pengaruh atau senyawa dalam ilmu farmasi).

Para pakar memperingatkan kedua penemuan itu harus berimbang dalam pengertian risiko kanker kulit dari paparan sinar matahari.
(ENY)

View the Original article
Continue Reading »

24 Maret 2011

Permak Payudara, Bedah Plastik yang Paling Diminati

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth

Your browser does not support iframes.




foto: ThinkstockNew York, Permintaan operasi untuk memperbaiki bentuk payudara, baik memperbesar maupun memperkecil terus meningkat dalam 10 tahun terakhir. Sebaliknya, bedah kosmetik lainnya seperti sedot lemak dan pembentukan hidung cenderung berkurang.

American Society of Plastic Surgeons baru-baru ini melaporkan, permintaan operasi untuk memperbesar payudara pada tahun 2010 mencapai 296.203 atau naik 2 persen dari 2009. Bahkan bila dibandingkan dengan data 10 tahun sebelumnya, angka tersebut meningkat 39 persen.

Permintaan untuk memperkecil ukuran payudara juga meningkat menjadi 82.871 atau naik 6 persen dibandingkan tahun 2009. Hanya saja jika dibandingkan dengan 10 tahun sebelumnya, angka tersebut sedikit mengalami penurunan yakni sekitar 2 persen.

Data ini menunjukkan, operasi untuk memperbaiki bentuk payudara relatif paling diminati dalam 10 tahun terakhir bila dibandingkan dengan jenis bedah plastik yang lain. Operasi mengubah bentuk hidung, memperbaiki kelopak mata dan sedot lemak justru mengalami penurunan.

Besarnya penurunan minat untuk melakukan bedah plastik dalam 10 tahun terakhir adalah sebagai berikut, seperti dikutip dari NY Times, Rabu (23/3/2011):

Sedot lemak, turun 43 persen Memperbaiki bentuk hidung, turun 35 persen Memperbaiki kelopak mata, turun 36 persen Face-lift (permak wajah total), turun 16 persen.
Penurunan minat terhadap berbagai jenis bedah kosmetik disebabkan oleh perkembangan teknologi yang menghadirkan prosedur lain yang lebih aman. Prosedur-prosedur noninvasif atau tanpa operasi seperti suntik botox, laser saat ini lebih diminati dibandingkan bedah kosmetik.

Permintaan berbagai prosedur noninvasif juga menunjukkan peningkatan dalam 10 tahun terakhir, diantaranya adalah sebagai berikut:

Suntik botox, naik 584 persen Penghilangan keriput, naik 172 persen Penghilangan rambut halus dengan laser, naik 27 persen. �

(up/ir)


View the Original article
Continue Reading »