Stats

Tampilkan postingan dengan label Penyakit. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Penyakit. Tampilkan semua postingan

05 Juli 2011

Binatang Peliharaan Percepat Proses "Penyembuhan" Penyakit

London (ANTARA News) - Para pakar mengatakan memelihara seekor binatang peliharaan di rumah bisa memotong risiko alergi binatang pada anak anda.

The Sun mengatakan tidak hanya anjing dan kucing saja yang bisa meningkatkan kesehatan anda. Ada sejumlah binatang yang membantu para ilmuwan mengembangkan pengobatan baru untuk penyakit termasuk diabetes, demensia dan parkinson.

Dr Samantha Wright, seorang psikolog yang mempelajari hubungan antara manusia dengan binatang peliharaan mereka, mengatakan tidak ada akhir dari manfaat potensial.

"Gagasan bahwa binatang peliharaan dan kesehatan bagus dikaitkan kembali beberapa dekade lalu. Ada banyak spesies yang bisa membantu mengembangkan pengobatan baru utnuk semua gangguan dan penyakit. Yang layak mendapat tepukan di kepala," kata Dr Wright.

Berikut ini adalah para binatang penyembuh teratas yang dipaparkan oleh Lynsey Haywood dari The Sun.

Anjing
Binatang berkaki empat itu bisa mencium penyakit kanker pada tahap awal. Dalam penelitian di Jepang, seekor Labrador diberi contoh nafas dan tinja untuk diendus, anjing itu mampu mengenali mana yang berasal dari seorang pasien kanker usus. Para ilmuwan percaya tumor yang memasukkan bau hanya anjing yang bisa mencium baunya. Dr Hideto Sonoda mengatakan riset saat ini diperlukan untuk mengembangkan "hidung elektronik anjing."

"Senyawa kimia dari bau tidak jelas. Hanya anjing yang tahu jawaban pastinya," kata Dr Sonoda.

Kelinci
Binatang yang menjadi ikon majalah Playboy itu bisa membantu mencegah kanker serviks. Satu vaksin sari penyakit ini dikembangkan setelah dua ilmuwan Inggris menemukan virus yang memicu penyakit pada kelinci selama tahun 1960-an. Vaksin itu tersedia tahun 2006 setelah 70 tahun setelah riset pada binatang itu. Pemerintah saat ini menawarkan vaksinasi bagi gadis berusia 12 hingga 13 tahun di seluruh negara.

Kucing
Kucing mengurangi risiko stroke. Berdasarkan penelitian di University of Minnesota, Amerika Serikat, orang yang memiliki kucing kecenderungan untuk mengalami serangan jantung fatal 40 persen lebih sedikit.

Peneliti Dr. Adnan Qureshi mengatakan membelai kucing tampak menurunkan stres dan rasa cemas pemilik, mengurangi kemungkinan mereka untuk mengembangkan penyakit kardiovaskuler.

"Ini membuka seluruh kesempatan baru untuk pengobatan, dan tidak seperti obat-obatan dan operasi, pemilik kucing tidak tampak memiliki risiko apapun," kata Dr. Qureshi.

Beruang
Beruang dipercaya bisa menyembuhkan jantung. Beruang hitam memperlambat detak jantung mereka 75 persen untuk memungkinkan mereka hidup tanpa air dan makanan selama hibernasi. Para ilmuwan percaya bila mekanisme itu bisa ditiru pada manusia, itu bisa menyelamatkan nyawa korban serangan jantung dan stroke dengan memberi dokter waktu lebih lama untuk melakukan pengobatan.

"Mengurangi tingkat metabolisme dan permintaan oksigen dalam jaringan manusia bisa menyelamatkan orang," kata Dr. Olvind Tolen, dari Alaska.

Marmut
Marmut bisa mengurangi asma. Berdasarkan para ilmuwan anak-anak yang tumbuh dengan binatang seperti marmut, kelinci atau hamster memiliki kemungkinan untuk mengidap asma atau alergi lebih sedikit. Para peneliti AS meneliti sekelompok anak-anak di New York dan menemukan bahwa tumbuh dalam lingkungan yang kurang steril kadang-kadang bisa meningkatkan kesehatan mereka.

"Terpapar bakteri tertentu bisa memberi anak kesempatan untuk membangun satu kekebalan," kata peneliti Matt Perzanowsky.

Ular
Reptil itu dipercaya bisa mengurangi tekanan darah. Orang yang digigit ular berbisa pingsan karena tekanan darah mereka anjlok. Para ilmuwan sudah mengembangkan versi sintesis dari senyawa yang terlibat dalam bisa ular Brasil. Dikenal sebagai penghambat ACE, senyawa itu sudah membantu jutaan orang menurunkan tekanan darah mereka, yang bisa mengurangi risiko stroke, serangan jantung dan penyakit ginjal. Ular berbisa mengandung hingga 100 senyawa berbeda, sehingga bisa mengantar pada pengobatan lain.

Lumba-lumba
Lumba-lumba membantu mengatasi penyakit diabetes. Para ilmuwan menemukan bahwa mamalia ini tahan terhadap insulin, hanya seperti beberapa penderita diabetes. Tetapi lumba-lumba hidung botol yang dipelajari oleh US National Marine Mammal Foundation mampu mengubah ketahanan ini menyala dan mati. Mereka bisa melakukan ini saat mereka makan, memungkinkan mereka untuk mengatasinya dengan protein tinggi, diet rendah karbohidrat ikan. Para periset saat ini berharap untuk menciptakan "perubahan hidup-mati" yang setara untuk manusia.

Ikan
Ikan bisa menghentikan demensia. Berdasarkan penelitian yang dilakukan di Perancis, orang tua yang makan ikan atau masakan laut sekali seminggu kemungkinan untuk mengembangkan demensia lebih kecil. Para ilmuwan mengatakan asam lemak dalam minyak ikan membantu mengurangi peradangan di otak dan berperan dalam memperbarui sel-sel saraf. Ikan juga bisa membantu mengurangi tekanan darah anda. Sejumlah penelitian menemukan bahwa melihat mereka berenang di sekitar akuarium bisa membuat anda merasa tenang dan mengurangi perasaan cemas.

Babi
Babi bisa membantu mengatasi penyakit parkinson. Satu penelitian di AS menemukan bahwa sel-sel babi yang dicangkokkan ke dalam otak bisa membantu penderita penyakit Parkinson memulihkan mobilitas. Sel-sel yang diambil dari janin babi, babi yang belum lahir atau sedang berkembang. Tujuannya adalah sekali mereka dicangkokkan dalam otak manusia, mereka berkembang dalam sel-sel manusia dan memproduksi dopamin, seperti otak.

Dr. Curt Freed, dari University of Colorado, mengatakan itu adalah "satu pengembangan mengagumkan".
(ENY)




View the Original article
Continue Reading »

04 Juli 2011

"Gen Kurus" Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung

London (ANTARA News) - Orang bertubuh kurus sering membuat iri mereka yang badannya lebih berisi, tetapi bertubuh langsing tidak menjamin mereka sehat.

Daily Mail menyebutkan para peneliti sudah menemukan apa yang disebut sebagai "gen kurus", yang membantu mereka menjaga berat badan tetapi juga meningkatkan perkembangan diabetes dan penyakit jantung.

Kaitan itu khususnya kuat pada pria, berarti mereka yang berperut rata bisa tidak sesehat yang mereka pikir.

Para ilmuwan membandingkan kode genetik lebih dari 75.000 orang dengan rasio lemak hingga otot dalam tubuh mereka. Ini mengungkapkan gen yang sangat umum bernama IRS1 untuk dikaitkan dengan kurus.

Tetapi, sementara kita terbiasa mendengar manfaat kesehatan dari menjadi langsing, IRS1 tampak melawan kecenderungan itu.

Mereka yang bergen itu memiliki tingkat lemak darah berbahaya lebih tingi dan ditemukan lebih sulit memproses gula. Ini membuat mereka 20 persen berisiko lebih tinggi mengembangkan penyakit jantung dan diabetes tipe 2, bentuk yang berkembang pada mereka yang berusia paruh baya dan kadang disalahkan dalam obesitas.

Sebagaimana gen ini hanya terkait dengan tingkat lebih rendah lemak yang disimpan di bawah kulit, dikenal sebagai lemak subkutan, mungkin orang yang memiliki IRS1 menyimpannya di suatu tempat. Bila lemak terbungkus di sekitar jantung, hati atau organ lain itu bisa membawa pada kondisi yang mengancam nyawa.

Penelitian, itu dilaporkan dalam jurnal "Nature Genetics", yang melibatkan tim pada 72 institusi di sepuluh negara.

"Orang, khususnya para pria, dengan bentuk khusus dari gen lebih cenderung menjadi kurus dan untuk mengembangkan penyakit jantung dan diabetes tipe 2," kata pemimpin penelitian Dr Ruth Loos, MRC Epidemiology Unit di Cambridge.

"Dalam istilah sederhana, tidak hanya individu yang kelebihan berat badan yang bisa terpengaruh penyakit-penyakit ini, dan individu yang kurus tidak harus berasumsi bahwa mereka sehat berdasarkan penampilan mereka."

Dia menunjukkan bahwa pengaruhnya bisa lebih dibaca pada pria karena mereka menyimpan sedikit lemak daripada perempuan, dan bisa lebih sensitif untuk mengubah distribusinya.

"Penelitian akan memberi pandangan baru dalam kenapa tidak semua orang kurus sehat dan sebaliknya, kenapa tidak orang yang kelebihan berat badan berisiko penyakit metabolisme," kata profesor Nick Wareham, direktur unit itu.

Profesor Jeremy Pearson, dari British Heart Foundation, mengatakan:"Hasil ini mempertahankan gagasan bahwa itu tidak hanya seberapa gemuk anda, tetapi di mana anda meletakkan lemak itu yang khususnya penting bagi risiko jantung. Lemak yang disimpan di bagian dalam lebih buruk bagi anda daripada lemak yang disimpan di bawah kulit."
(ENY)



View the Original article
Continue Reading »

24 Maret 2011

Tips Mencegah Tertular Penyakit Mata Merah

Penyakit mata merah atau dalam istilah kedokteran disebut konjungtivitis adalah salah satu penyakit infeksi pada mata yang sangat menular. Warna merah pada mata terjadi akibat terjadinya peradangan pada selaput bening putih mata dan permukaan bagian dalam kelopak mata.

Karena menular, perlu kiranya kita mengambil langkah langkah pencegahan agar terhindar dari penyakit ini. Berikut beberapa diantaranya:

Jangan bersentuhan dengan seseorang yang sedang menderita konjungtivitis.Jangan menyentuh benda benda atau obyek yang telah digunakan oleh penderita konjungtivitis.Jauhi penderita mata merah yang juga mengalami batuk dan bersin bersin.Jangan berenang dengan penderita konjugtivitis.Ajaklah anak anda tetap di rumah saat mereka menderita mata merah.Cuci tangan dengan baik dan sesering mungkin setiap hari.

Baca Juga :Tips Merawat Gigi dan Gusi Bayi Tips Mencegah Gegar Otak Tips Mempersiapkan Kelahiran Tips Memilih Susu Formula Tips Mencegah Kesalahan Medis/Malpraktek

Merasa terbantu dengan artikel diatas? Mohon peran sertanya disini

Silakan berdiskusi tentang kesehatan disini : www.medisiana.web.id

Share

View the Original article

Continue Reading »

Anemia Bisa Timbulkan Risiko Penyakit Jantung

Merry Wahyuningsih - detikHealth

Your browser does not support iframes.




(Foto: thinkstock)Jakarta, Bila Anda menderita anemia atau kurang darah sebaiknya segeralah obati penyakit tersebut dengan makan nutrisi yang tepat atau suplemen penambah darah. Karena bila dibiarkan anemia bisa meningkatkan risiko penyakit jantung.

Anemia atau yang biasa dikenal sebagai penyakit kurang darah merupakan suatu gejala yang disebabkan karena kurangnya zat besi di dalam tubuh. Zat besi sendiri merupakan bahan dasar dalam pembentukan hemoglobin pada darah yang membawa banyak oksigen.

Rendahnya kandungan besi (Fe) pada tubuh penderita anemia menyebabkan sel darah merah yang diproduksinya pun sedikit.

Padahal fungsi sel darah merah sangatlah penting, yaitu sebagai sarana transportasi zat gizi terutama oksigen. Itulah sebabnya mengapa orang anemia sering terlihat lemah, letih, lesu karena pasokan oksigen untuk melakukan seluruh aktivitasnya sangat minim.

"Anemia bisa memperberat kerja jantung. Kalau anemia, maka Hb (hemoglobin) rendah, padahal Hb kan membawa oksigen di dalam darah. Kalau oksigen yang dibawa sedikit akhirnya jantung bekerja lebih keras untuk mencukupi oksigen. Kalau lama-lama dibiarkan maka jantungnya akan rusak dan meningkatkan risiko penyakit jantung," jelas dr. Dharmeizar, SpPD-KGH dari Divisi Ginjal-Hipertensi, Departemen Ilmu Penyakit Dalam RSCM, disela-sela acara Temu Media 'Pentingnya Kontrol Tekanan Darah pada Pasien Penyakit Ginjal Kronik' di Bebek Bengil Resto, Jakarta, Senin (21/3/2011).

Selain memperberat kerja jantung, jika anemia tidak tertangani dengan baik, maka dapat menyebabkan komplikasi termasuk kelelahan dan stres pada organ-organ tubuh yang tidak mendapatkan asupan oksigen dan nutrisi yang cukup.

Gejala yang timbul umumnya bervariasi, biasanya termasuk kelelahan, pucat, detak jantung yang cepat dan tidak teratur, sesak napas, nyeri dada, pusing, gangguan kognitif, tangan dan kaki yang dingin serta sakit kepala.

Awalnya anemia begitu ringan dan terjadi tanpa disadari, tapi lama kelamaan gejalanya akan meningkat dan memperburuk kondisi.

Anemia dapat dicegah, namun tergantung pada penyebabnya. Untuk anemia yang disebabkan oleh kelainan darah bawaan, seperti anemia sel sabit, cara pencegahannya belum ditemukan.

Namun jika penyebabnya karena kekurangan zat besi, pencegahan bisa dilakukan dengan memperbanyak asupan zat besi lewat makanan. Beberapa makanan yang bisa Anda pilih diantaranya tiram, udang, hati sapi, daging, telur, susu, kacang polong hijau, kacang tanah, kedelai, dan sayuran hijau.

Yang perlu diperhatikan adalah zat besi yang terdapat pada daging lebih mudah diserap tubuh daripada zat besi pada sayuran atau pada makanan olahan seperti sereal yang diperkuat dengan zat besi.

Selain itu, beras yang kerap menjadi makanan pokok pendamping lauk pauk juga ternyata dapat mengurangi penyerapan zat besi.

Walaupun sudah banyak mengonsumsi makanan yang mengandung zat besi, jangan yakin dulu terbebas dari anemia. Untuk mengatasinya, Anda harus banyak mengonsumsi pangan sumber vitamin C, seperti jeruk, tomat, mangga, dan stroberi yang dapat mempercepat penyerapan zat besi. Ketika menyantap daging, misalnya, pilih jus jeruk sebagai pelengkap.




(mer/ir)


View the Original article
Continue Reading »