Stats

Tampilkan postingan dengan label Perempuan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Perempuan. Tampilkan semua postingan

03 Juli 2011

Permenkes Sunat Tak Wajibkan Perempuan untuk Dikhitan

Permenkes Sunat Tak Wajibkan Perempuan untuk Dikhitan

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth

Your browser does not support iframes.



img
foto: ThinkstockJakarta, Menjawab tuntutan aktivis untuk mencabut Permenkes (Peraturan Menteri Kesehatan) Sunat Perempuan, Kementerian Kesehatan menegaskan tidak ada keharusan bagi perempuan untuk disunat. Permenkes hanya mengatur SOP (Standar Operating Procedure) supaya sunat perempuan tidak dilakukan sembarangan.

Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Kesehatan, drg Murti Utami mengatakan Permenkes No 1636/MENKES/PER/2010 tentang Sunat Perempuan dibuat justru untuk melindungi perempuan dari praktik sunat ilegal. Peraturan ini membatasi jenis sunat seperti apa yang boleh dilakukan.

"Kalau tidak diatur, dikhawatirkan sunat perempuan yang sudah menjadi tradisi sebagian masyarakat secara turun temurun itu akan membahayakan kesehatan perempuan," tulis drg Tami dalam rilis yang diterima detikHealth, Jumat (1/7/2011).

drg Tami menambahkan, adanya Permenkes Sunat Perempuan akan menjamin keselamatan perempuan jika menghendaki untuk disunat. Peraturan ini mengatakan sunat perempuan hanya boleh dilakukan oleh dokter, bidan dan perawat yang memiliki izin dan diutamakan berjenis kelamin perempuan.

Tak hanya mengatur, Permenkes Sunat Perempuan juga mengamanatkan pembinaan dan pengawasan untuk menjamin hak-hak perempuan yang disunat oleh tenaga kesehatan. Tindakan tegas akan diberikan jika ada tenaga kesehatan yang menyunat perempuan tidak sesuai prosedur.

Dalam pelaksanaanya, pembinaan dan pengawasan dilakukan oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi dan Kabupaten/Kota. Organisasi profesi juga dilibatkan dalam pembinaan dan pengawasan sesuai tugas, fungsi dan kewenangan masing-masing.

Seperti diberitakan detikHealth sebelumnya, sejumlah LSM termasuk LBH Apik, Komnas Perempuan, Amnesty Internasional dan Kalyanamitra mendesak pemerinta untuk mencabut Permenkes Sunat Perempuan. Permenkes ini dinilai melegalkan praktik sunat perempuan.

(up/ir)



View the Original article
Continue Reading »

Perempuan Lebih Tahan Terhadap Flu Dibanding Laki-laki

Perempuan Lebih Tahan Terhadap Flu Dibanding Laki-laki

Vera Farah Bararah - detikHealth

Your browser does not support iframes.



img
(Foto: thinkstock)Queensland, Penyakit flu memang bisa menyerang siapa saja dan usia berapa pun. Tapi bila ada virus flu di udara, maka perempuan akan mampu untuk bertahan sedangkan laki-laki akan jatuh sakit terkena flu.

Peneliti dari Australia menemukan bahwa sukarelawan perempuan memiliki respon sistem kekebalan tubuh yang lebih kuat terhadap rhinovirus, yaitu virus yang bisa menyebabkan flu biasa dibandingkan laki-laki. Kondisi ini memicu munculnya istilah man flu.

Hal ini dipengaruhi oleh hormon yang dimiliki kaum perempuan, sehingga membuat laki-laki lebih mungkin sakit jika terinfeksi virus tersebut. Tapi perlindungan terhadap perempuan akan hilang ketika ia memasuki menopause.

"Kami melihat ketika perempuan mencapai menopause, maka kemampuannya untuk menahan rhinovirus memudar. Jadi jelas terlihat bahwa hormon memainkan peran besar dalam membantu melawan virus," ujar Prof John Upham dari University of Queensland, seperti dikutip dari Telegraph, Jumat (1/7/2011).

Selama ini istilah 'man flu' hanya dianggap sebagai mitos belaka, tapi peneliti justru menemukan bahwa hal tersebut adalah nyata. Laki-laki memang lebih rentan dan mudah terkena flu dibanding perempuan.

Peneliti menyimpulkan studi ini menunjukkan bahwa perempuan pra-menopause memiliki respons imun adaptif yang lebih kuat terhadap infeksi rhinovirus daripada laki-laki dan orang yang sudah tua.

Dalam studi ini, peneliti memeriksa respons sistem kekebalan tubuh dari 63 partisipan yang sehat. Hasil studi ini juga telah dilaporkan dalam jurnal Respiratory Research.

Meskipun virus ini hanya akan mengganggu pada orang sehat, tapi jika menyerang orang yang memiliki penyakit asma atau penyakit paru-paru kronis bisa sangat mengganggu dan bahkan berbahaya.

(ver/ir)



View the Original article
Continue Reading »