Stats

Tampilkan postingan dengan label Serangan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Serangan. Tampilkan semua postingan

03 Juli 2011

Nyeri Dada Lebih dari 15 Menit, Waspadai Serangan Jantung

Nyeri Dada Lebih dari 15 Menit, Waspadai Serangan Jantung

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth

Your browser does not support iframes.



img
foto: ThinkstockJakarta, Meski bisa saja muncul tiba-tiba tanpa gejala, serangan jantung bisa juga didahului dengan keluhan nyeri dada. Segera cari pertolongan ke rumah sakit jika mendadak mengalami nyeri dada dan tidak hilang hingga lebih dari 15 menit.

Nyeri dada yang menandakan terjadinya serangan jantung biasanya dirasakan tepat di belakang tulang dada, atau dalam istilah medisnya retrosternal pain. Jenis nyerinya bervariasi, bisa seperti ditekan benda berat, diperas (squeezed) atau ditusuk-tusuk.

Meski pada setiap orang tidak selalu sama, kadang-kadang nyeri dada yang dirasakan sebelum terjadi serangan jantung juga bisa disertai gangguan napas hingga terasa sesak. Gejala lain yang sering menyertainya adalah keringat dingin dan kulit pucat.

"Jika nyeri dada berlangsung lebih dari 15 menit, waspadai serangan jantung. Apalagi kalau diketahui memang punya faktor risiko," ungkap ahli jantung dari RS Premier Jatinegara, Dr Pradana Tedjasukmana, SpJP dalam jumpa pers "Pfizer 3 Ring Peduli Kolesterol" di Senayan City, Jumat (1/7/2011).

Faktor risiko yang dimaksud Dr Tedja antara lain berat badan berlebih atau obesitas, punya kebiasaan merokok dan berusia 40 tahun ke atas. Selain itu, riwayat keluarga yang punya masalah jantung serta kelebihan kadar kolesterol juga turut meningkatkan faktor risiko.

Jika mengalami sendiri atau menemukan orang dengan gejala seperti itu, langkah yang paling tepat adalah membawanya ke rumah sakit sesegera mungkin. Makin lama waktu yang terbuang, dikhawatirkan akan makin banyak otot jantung yang mengalami kerusakan.

Meski demikian, serangan jantung bisa juga muncul tiba-tiba tanpa didahului oleh nyeri dada. Diperkirakan 80 persen kasus serangan jantung yang menyebabkan kematian terjadi secara mendadak, 50 persen di antaranya tanpa didahului gejala yang spesifik.

Kelompok yang berisiko tinggi mengalami serangan jantung secara mendadak tanpa didahului gejala seperti disampaikan Dr Tedja adalah sebagai berikut.


Lanjut usia (lansia), yakni di atas 72 tahunIbu-ibuPunya riwayat diabetes melitus.�


(up/ir)



View the Original article
Continue Reading »

24 Maret 2011

Pria Hobi Selingkuh Rentan Kena Serangan Jantung

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth

Your browser does not support iframes.




foto: ThinkstockFlorence, Italia, Penelitian menunjukkan hubungan seks yang dilakukan secara rutin bisa menyehatkan jantung. Namun bagi pria, syaratnya harus dilakukan dengan pasangan resmi sebab bercinta dengan selingkuhan justru akan meningkatkan risiko serangan jantung.

Sebuah penelitian di Italia menunjukkan, hubungan seks tidak lagi memberikan manfaat bagi jantung jika melibatkan unsur pengkhianatan. Bagi pria yang sudah beristri, risiko serangan jantung justru meningkat jika sering berhubungan seks dengan wanita lain.

"Kami mendapati bahwa sikap tidak setia merupakan faktor risiko untuk mengalami gangguan kardiovaskular ternmasuk serangan jantung di kemudian hari," ungkap Alessandra Fisher, peneliti dari Sexual Medicine and Andrology Unit di Florence, Italia.

Menurutnya, pria yang hobi selingkuh cenderung lebih banyak menampakkan gejala depresi dibanding pria lain yang kehidupan seksualnya baik-baik saja. Dalam penelitian tersebut, para pria mengaku berselingkuh karena rumah tangganya sudah tidak harmonis.

Kondisi ini memicu depresi yang ditandai dengan beberapa gejala. Dikutip dari The Star, Senin (21/3/2011), gejala yang teramati dalam penelitian itu antara lain obesitas, tekanan darah tinggi dan perubahan gaya hidup termasuk mengkonsumsi minuman keras dan lebih sering merokok.

Depresi yang disertai dengan gejala-gejala semacam itu jelas meningkatkan risiko serangan jantung. Meski tidak secara langsung dipicu oleh perselingkuhan, peningkatan risiko serangan jantung bisa memburuk jika hubungan terlarang itu menimbulkan konflik baru.

Penelitian yang dipublikasikan akhir tahun 2010 ini memang tidak menyebutkan berapa banyak pria yang terkena serangan jantung karena berselingkuh. Namun berbagai sumber tidak resmi di internet menyebut, 85 persen pria yang berselingkuh meninggal karena serangan jantung.

(up/ir)


View the Original article
Continue Reading »