Stats

Tampilkan postingan dengan label Stroke. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Stroke. Tampilkan semua postingan

24 Maret 2011

Jumlah Gigi Kurang dari 24 Rawan Kena Stroke

Irna Gustia - detikHealth

Your browser does not support iframes.




(Foto: thinkstock)Jakarta, Jumlah gigi orang dewasa yang normal adalah sebanyak 32 buah. Ilmuwan menemukan orang yang memiliki jumlah gigi kurang dari 24 gigi berisiko terkena stroke.

Penelitian yang dilakukan Universitas Hiroshima menemukan orang yang mempunyai gigi kurang dari 24 buah punya peluang 60 persen terkena stroke.

Hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan pasien stroke yang berusia 50 tahun ternyata sebagian besar punya gigi yang jumlahnya kurang dari 24.

Para peneliti juga memperhitungkan berbagai faktor risiko lain yang terkait dengan stroke seperti kebiasaan merokok, obesitas dan penggunaan alkohol.

Namun masalah gigi menjadi perhatian serius karena gigi yang tidak bersih terkait dengan kerusakan gigi yang nantinya akan mempengaruhi jumlah gigi.

Gigi tidak bersih karena pada sela-sela gigi menempel sisa makanan yang kemudian menjadi plak. Timbunan plak ini akan membuat gusi mudah sakit dan berdarah sehingga mempengaruhi kekuatan gigi. Gigi yang tidak kuat akhirnya banyak yang copot.

"Penemuan ini menunjukkan bahwa kehilangan gigi berhubungan erat dengan risiko stroke iskemik atau pun perdarahan," kata Dr Mitsuyoshi Yoshida, yang memimpin penelitian tersebut seperti dilansir dari dailymail, Minggu (20/3/2011).

Penelitian ini juga tidak berbeda jauh dengan penelitian sebelumnya yang menemukan adanya hubungan antara penyakit gigi dan mulut dengan risiko penyakit jantung.

Mulut yang menderita penyakit gigi dan gusi akan dipenuhi dengan bakteri yang mengakibatkan timbulnya plak yang lengket pada gigi.

Timbunan plak yang mengandung banyak mikroorganisme itu kemudian masuk ke pembuluh darah (arteri), yang jika terakumualsi akan mengganggu lapisan pembuluh darah.

Akibatnya darah yang mengalir ke otak atau jantung bisa terhambat karena plak-plak yang mengandung mikroorganisme dapat menyebabkan gumpalan darah sehingga aliran darah tidak lancar. Jika pembuluh darah tersumbat maka oksigen tidak sampai ke otak yang menyebabkan stroke.

"Bakteri di mulut akibat penyakit gusi dan gigi berkontribusi pada penyempitan dinding pembuluh darah yang dapat mengakibatkan stroke," kata Dr Sharlin Ahmed dari The Stroke Association.

Maka itu ilmuwan mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan gigi dan mulut. Munculnya penyakit gusi juga harus dihindari karena penyakit gusi mengakibatkan gigi mudah tanggal.

Selain menyikat gigi secara teratur, ilmuwan menyarankan untuk menggunakan benang gigi (floss) agar sisa-sisa makanan yang menyempil terlalu dalam bisa terjangkau. Dengan gigi yang bersih maka plak-plak juga tidak akan muncul.

(ir/ir)


View the Original article
Continue Reading »

22 Maret 2011

Cegah Stroke dengan Secangkir Kopi


Artikel Terkait Berapa Lama Anak Butuh Tidur? Botol Susu Bikin Gigi Bayi Rusak? Gunakan Benang Gigi Bisa Cegah Stroke 21/03/2011 20:55 | Kesehatan Liputan6.com, Stockholm: Minum secangkir kopi sehari dapat menurunkan risiko serangan stroke pada wanita. Demikian hasil penelitian yang dilakukan para peniliti dari Divisi Nutrisi Epidemiologi, National Institute of Environmental Medicine, Karolinska Institute di Stockholm, Swedia, belum lama ini.

Penelitian melibatkan 34.670 perempuan berusia 48 sampai 83 tahun. Ditemukan perempuan yang rutin mengonsumsi kopi dapat menurunkan risiko terserang stroke hingga 25 persen lebih rendah jika dibandingkan mereka yang tidak.�

"Oleh karena itu, bahkan efek kesehatan kecil yang terkandung dalam kopi memiliki konsekuensi yang besar bagi kesehatan masyarakat," demikian pernyataan pimpinan penelitian Susanna Larsson dalam laporan penelitian yang diterbitkan oleh jurnal kesehatan Stroke: Journal of American Heart Association.�

Walaupun manfaat si hitam ini begitu besar para ahli juga memeperingatkan para pecintanya untuk tidak mengonsumsinya secara berlebihan. (Zeenews/AIS)



View the Original article
Continue Reading »

21 Maret 2011

Gunakan Benang Gigi Bisa Cegah Stroke


Artikel Terkait Berapa Lama Anak Butuh Tidur? Botol Susu Bikin Gigi Bayi Rusak? Selembar Keju Netralkan Asam Erosi Gigi 20/03/2011 10:27 | Kesehatan Liputan6.com, Tokyo: Membersihkan gigi dengan benang (flossing) mungkin membosankan tapi cara membersihkan gigi seperti ini dapat menyelamatkan hidup. Jumlah gigi yang sedikit saat dewasa ikut berperan dalam meningkatkan risiko stroke. Dengan flossing ini, kerusakan gigi dapat dicegah.

Hal ini berdasarkan penelitian di Jepang. Para peneliti di Universitas Hiroshima melihat kondisi gigi 358 pasien dan menemukan bahwa pasien stroke pada usia 50-an dan 60-an memiliki gigi yang tersisa lebih sedikit dibandingkan pasien di kelompok usia yang sama.

Peneliti telah menghitung bahwa mereka yang memiliki kurang dari 24 gigi (dewasa harus memiliki 32), 60 persen lebih mungkin menderita stroke.

Stroke itu sendiri disebabkan oleh gangguan suplai darah ke otak. Jenis yang paling umum adalah stroke ischemic , yang terjadi bila pembuluh darah yang biasanya memberikan oksigen dan nutrisi ke otak tersumbat. Dan stroke haemorrhagic adalah ketika semburan pembuluh darah, menyebabkan perdarahan ke dalam otak.

Para peneliti ini menganalisa hasil dari empat penelitian secara terpisah. Mereka menemukan bahwa memiliki 24 atau lebih sedikit gigi, meningkatkan risiko stroke sebesar 57 persen dibandingkan dengan mereka dengan 25 atau lebih gigi. Para peneliti juga memperhitungkan berbagai faktor risiko lain yang terkait dengan stroke, termasuk kebiasaan merokok, obesitas dan penggunaan alkohol.

"Tinjauan ini menunjukkan bahwa kehilangan gigi mungkin berhubungan dengan baik stroke ischemik dan haemorrhagic, "kata Dr Mitsuyoshi Yoshida, yang memimpin penelitian.

Beberapa penelitian telah menyatakan adanya hubungan antara penyakit periodontal dan penyakit jantung. Penyakit gusi merupakan salah satu penyebab utama kehilangan gigi setelah usia 40. Mulut yang penuh dengan bakteri, berkontribusi pada plak, plak yang tak berwarna lengket dan mengikat gigi. Menyikat gigi dan flossing membantu menyingkirkan plak.

Satu teori adalah bahwa penyakit periodontal dapat menyebabkan peradangan pada arteri dan jaringan otak, dan menyebabkan jumlah senyawa yang lebih besar yang terlibat dalam pembekuan.(DailyMail/MEL)



View the Original article
Continue Reading »