Stats

Tampilkan postingan dengan label Waspadai. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Waspadai. Tampilkan semua postingan

05 Juli 2011

Waspadai Nyeri dan Sakit Akibat Tas Tangan

Waspadai Nyeri dan Sakit Akibat Tas Tangan

Vera Farah Bararah - detikHealth

Your browser does not support iframes.



img
(Foto: thinkstock)Jakarta, Peneliti menemukan berat rata-rata tas tangan yang digunakan dalam beberapa tahun terakhir bisa mencapai 3 kg. Hal ini karena perempuan akan memasukkan segala sesuatu ke dalam tasnya seperti ponsel, alat make up, dompet, laptop, payung, botol minum dan lainnya.

Kondisi ini akan memberikan tekanan yang luar biasa besar pada punggung dan leher yang menyebabkan nyeri dan pembengkakan atau dikenal dengan sebutan handbag syndrome (sindrom tas tangan), seperti dikutip dari Lifemojo, Senin (4/7/2011).

Jika seseorang membawa tas yang berat di satu sisi dalam jangka waktu panjang, maka tulang lengkungan di leher akan mendistribusikan tekanan ke tulang belakang yang menyebabkan nyeri kronis di leher, bahu, punggung bahkan hingga sakit kepala.

Selain itu tas ini juga bisa membuat postur tubuh memburuk sehingga membuat seseorang condong ke satu sisi. Hal ini akan mengurangi kemampuannya dalam menjaga keseimbangan serta membatasi gerakan. Kondisi ini tidak hanya dialami oleh perempuan, tapi laki-laki juga bisa kena jika membawa tas kerja dan laptop di satu sisi.

Cara terbaik untuk menghindari sindrom ini adalah memilih tas yang tepat. Berikut ini beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan dalam memilih tas agar tidak menyebabkan rasa nyeri dan sakit yaitu:

1. Ukuran
Pilihlah tas yang cocok dengan tipe tubuh yang dimiliki. Jika memiliki tubuh pendek dan ramping, sebaiknya hindari semua jenis tas yang besar dan berat tapi pilihlah yang bisa memberikan keseimbangan tubuh.

2. Berat
Berat dari tas beserta isinya tidak boleh lebih dari 10 persen berat badan, sehingga tidak memberikan tekanan yang besar pada punggung dan sendi. Jika memungkinkan pilihlah tas yang terbuat dari bahan ringan seperti vynil atau kanvas.

3. Tali
Pastikan bahwa tali tas lebar dan empuk sehingga bisa mendistribusikan tekanan dan membuat seseorang merasa nyaman. Karena tali yang buruk bisa menyebabkan ketegangan dan saraf terjepit. Serta sesuaikan dengan tinggi badan agar tali tidak terlalu panjang.

4. Model
Sebaiknya tidak membeli tas hanya karena modis atau gaya, tapi pilihlah tas yang memang bisa memenuhi kebutuhan. Pilihlah tas yang memiliki beberapa bagian sehingga bisa menyeimbangkan beban berat. Jangan tergoda oleh bentuk tas trendi yang tidak sesuai dengan tubuh.

Setelah memilih tas yang tepat, maka perhatikan cara membawanya agar tidak menimbulkan nyeri yaitu:

Meletakkan barang secara merata, barang yang berat sebaiknya diletakkan di bawah dan yang ringan di atasnya.Bersihkan tas seminggu sekali untuk mengeluarkan barang-barang yang tidak diperlukan.Pastikan bahwa postur tubuh tidak condong ke sisi tubuh yang berat dan bahu tidak merosot (karena bisa menambah ketegangan).Gantilah tas ke sisi bahu lainnya setiap 5-10 menit untuk menghindari bahu, leher, lengan dan punggung yang sakit.Jika barang yang dibawa banyak dan berat, sebaiknya gunakan tas tambahan yang bisa dijinjing.�

(ver/ir)



View the Original article
Continue Reading »

03 Juli 2011

Nyeri Dada Lebih dari 15 Menit, Waspadai Serangan Jantung

Nyeri Dada Lebih dari 15 Menit, Waspadai Serangan Jantung

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth

Your browser does not support iframes.



img
foto: ThinkstockJakarta, Meski bisa saja muncul tiba-tiba tanpa gejala, serangan jantung bisa juga didahului dengan keluhan nyeri dada. Segera cari pertolongan ke rumah sakit jika mendadak mengalami nyeri dada dan tidak hilang hingga lebih dari 15 menit.

Nyeri dada yang menandakan terjadinya serangan jantung biasanya dirasakan tepat di belakang tulang dada, atau dalam istilah medisnya retrosternal pain. Jenis nyerinya bervariasi, bisa seperti ditekan benda berat, diperas (squeezed) atau ditusuk-tusuk.

Meski pada setiap orang tidak selalu sama, kadang-kadang nyeri dada yang dirasakan sebelum terjadi serangan jantung juga bisa disertai gangguan napas hingga terasa sesak. Gejala lain yang sering menyertainya adalah keringat dingin dan kulit pucat.

"Jika nyeri dada berlangsung lebih dari 15 menit, waspadai serangan jantung. Apalagi kalau diketahui memang punya faktor risiko," ungkap ahli jantung dari RS Premier Jatinegara, Dr Pradana Tedjasukmana, SpJP dalam jumpa pers "Pfizer 3 Ring Peduli Kolesterol" di Senayan City, Jumat (1/7/2011).

Faktor risiko yang dimaksud Dr Tedja antara lain berat badan berlebih atau obesitas, punya kebiasaan merokok dan berusia 40 tahun ke atas. Selain itu, riwayat keluarga yang punya masalah jantung serta kelebihan kadar kolesterol juga turut meningkatkan faktor risiko.

Jika mengalami sendiri atau menemukan orang dengan gejala seperti itu, langkah yang paling tepat adalah membawanya ke rumah sakit sesegera mungkin. Makin lama waktu yang terbuang, dikhawatirkan akan makin banyak otot jantung yang mengalami kerusakan.

Meski demikian, serangan jantung bisa juga muncul tiba-tiba tanpa didahului oleh nyeri dada. Diperkirakan 80 persen kasus serangan jantung yang menyebabkan kematian terjadi secara mendadak, 50 persen di antaranya tanpa didahului gejala yang spesifik.

Kelompok yang berisiko tinggi mengalami serangan jantung secara mendadak tanpa didahului gejala seperti disampaikan Dr Tedja adalah sebagai berikut.


Lanjut usia (lansia), yakni di atas 72 tahunIbu-ibuPunya riwayat diabetes melitus.�


(up/ir)



View the Original article
Continue Reading »