Stats

Tampilkan postingan dengan label untuk. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label untuk. Tampilkan semua postingan

04 Juli 2011

Ilmuwan Temukan Obat Ajaib untuk Kanker

Jakarta (ANTARA News) - Sebuah "obat ajaib" untuk penyakit kanker payudara dikabarkan dapat menjadi senjata universal untuk melawan tumor, ungkap para ilmuwan Inggris.

Seperti dikutip dari Daily Mail Mereka telah menemukan sebuah cara membuat varian pil obat kanker payudara yang efektif untuk melawan jenis kanker lainnya.

Temuan itu mengantarkan pada sebuah obat baru yang menyerap lebih banyak bahkan semuanya pada semua tipe tumor, ujar para ilmuwan di Universitas Newcastle.

Mereka menambahkan, efek samping seperti mual dan kelelahan lebih sedikit.

Pusat perangsangan dalam keluarga obat kanker yang dikenal sebagai PARP penghalang pertumbuhan, yang mempengaruhi cara sel tumor memperbaiki diri mereka.

Obat ini menyasar bentuk turunan dari kanker payudara, yang berlaku juga pada kanker kelenjar prostat dan tumor pankreas dengan gen berbahaya yang sama.

Obat itu merupakan minat khusus dari dokter karena mereka memberantas habis tumor dan membunuhnya tanpa membahayakan kesehatan sel.

Hal ini berarti para pasien menderita efek samping lebih sedikit ketimbang mereka melakukan kemoterapi atau radioterapi, dimana sel yang sehat terpengaruh.

Obat itu menggali "achilles" tumit dari bentuk turunan kanker payudara. Hal itu disebabkan oleh kerusakan dalam sebuah gen yang disebut BRCA1, yang membatasi kemampuan sel itu untuk memperbaiki pada DNA mereka.

Kesehatan sel memliki dua cara dalam menghadang kerusakan -yang memungkinkannya untuk beranak pinak, tumbuh dan menyebar- tetapi sel di BRCA tumor hanya memiliki satu buah.

Penghalang pertumbuhan PARP menghambat sisa jalur itu, menghentikan sel tumor menggandakan diri, akhirnya mengantarkannya pada kematian. Beberapa tumor payudara, mulut rahim dan prostat dihancurkan gen BRCA tetapi dalam hitungan proporsi kecil dari semua kanker.

Penelitian itu akan memungkinkan obat digunakan pada tumor yang tak memiliki kerusakan genetik ini, yang secara efektif "menciptakan kembali" kerusakan itu.

Dalam eksperimen pada tikus yang mengidap tumor paru-paru, para peneliti menunjukan penghadangan sebuah molekul yang disebut Cdk1 juga menghentikan perbaikan DNA.

Ketika binatang itu diberikan sebuah penghalang pertumbuhan PARP, Hal itu dengan sukses membasmi kanker, demikian laporan jurnal Nature medicine.

Peneliti Professor Nicola Curtin mengatakan "Menghadang Cdk1 membantu perbaikan DNA dalam sel kanker, membuat mereka sensitif pada penghalang pertumbuhan PARP".

"Kami juga mampu menunjukan bahwa pendekatan ini hanya menyasar sel kanker.`Kini kami butuh untuk mengembangkan sebuah obat yang efektif yang dapat menghadang Cdk1, sehingga banyak pasien dapat dibantu dari perawatan dengan penghalang pertumbuhan PARP. Hal itu secara luas bisa diterapkan, kemungkinannya secara universal.

"Faktanya lebih bahwa kerusakan itu membuat sel rentan terhadap penghambat pertumbuhan PARP dapat diciptakan ulang dalam kanker paru-paru yang sangat memungkinkan."

"Ini masih sangat dini tetapi ini cukup menarik".

Dr Lesley Walker, dari pusat penelitian kanker Inggris,yang mendanai penelitian itu mengatakan "kami memiliki sebuah alat baru yang ampuh untuk merawat pasien kanker," katanya.(*)
(yud)

View the Original article
Continue Reading »

03 Juli 2011

Permenkes Sunat Tak Wajibkan Perempuan untuk Dikhitan

Permenkes Sunat Tak Wajibkan Perempuan untuk Dikhitan

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth

Your browser does not support iframes.



img
foto: ThinkstockJakarta, Menjawab tuntutan aktivis untuk mencabut Permenkes (Peraturan Menteri Kesehatan) Sunat Perempuan, Kementerian Kesehatan menegaskan tidak ada keharusan bagi perempuan untuk disunat. Permenkes hanya mengatur SOP (Standar Operating Procedure) supaya sunat perempuan tidak dilakukan sembarangan.

Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Kesehatan, drg Murti Utami mengatakan Permenkes No 1636/MENKES/PER/2010 tentang Sunat Perempuan dibuat justru untuk melindungi perempuan dari praktik sunat ilegal. Peraturan ini membatasi jenis sunat seperti apa yang boleh dilakukan.

"Kalau tidak diatur, dikhawatirkan sunat perempuan yang sudah menjadi tradisi sebagian masyarakat secara turun temurun itu akan membahayakan kesehatan perempuan," tulis drg Tami dalam rilis yang diterima detikHealth, Jumat (1/7/2011).

drg Tami menambahkan, adanya Permenkes Sunat Perempuan akan menjamin keselamatan perempuan jika menghendaki untuk disunat. Peraturan ini mengatakan sunat perempuan hanya boleh dilakukan oleh dokter, bidan dan perawat yang memiliki izin dan diutamakan berjenis kelamin perempuan.

Tak hanya mengatur, Permenkes Sunat Perempuan juga mengamanatkan pembinaan dan pengawasan untuk menjamin hak-hak perempuan yang disunat oleh tenaga kesehatan. Tindakan tegas akan diberikan jika ada tenaga kesehatan yang menyunat perempuan tidak sesuai prosedur.

Dalam pelaksanaanya, pembinaan dan pengawasan dilakukan oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi dan Kabupaten/Kota. Organisasi profesi juga dilibatkan dalam pembinaan dan pengawasan sesuai tugas, fungsi dan kewenangan masing-masing.

Seperti diberitakan detikHealth sebelumnya, sejumlah LSM termasuk LBH Apik, Komnas Perempuan, Amnesty Internasional dan Kalyanamitra mendesak pemerinta untuk mencabut Permenkes Sunat Perempuan. Permenkes ini dinilai melegalkan praktik sunat perempuan.

(up/ir)



View the Original article
Continue Reading »

24 Maret 2011

Busana Kerja untuk si Mungil


Taruna K Kusmayadi

SALAM sejahtera, Mas Taruna. Bagaimana kabarnya, Mas? Semoga baik-baik saja ya. Saya siska, usia 25 tahun. Tubuh saya terbilang mungil, Mas dengan berat badan 40  kg dan tinggi 142 cm.

Saya ingin terlihat lebih berisi, busana kerja apa yang cocok untuk saya? Lebih baik pilih rok atau celana? Ditunggu jawabannya, Mas.

Terima kasih,
Siska

Jawab:

Salam sejahtera juga, Siska. Kenakan blazer dengan panjang tepat di pinggul, atau lebih panjang 8 cm ke bawah tidak masalah dan pilih rok mini di atas lutut. Sebaiknya, hindari penggunaan celana panjang.

Mengapa? Karena tubuh Siska terbilang sangat mungil, penggunaan celana panjang hanya akan membuat penampilan Siska ‘tenggelam’ di dalam setelan itu.

Untuk sehari-hari, Siska dapat menggunakan atasan polos dan rok mini kotak-kotak, atau sebaliknya.

Hindari menggunakan busana yang gelap, tapi pilih warna pastel. Tidak masalah menggunakan dalaman berwarna cerah, tapi hindari setelan yang berwarna cerah agar Siska tidak terkesan ‘saya mungil dan saya mencari perhatian’.

Bagaimana, siap mencoba?

Taruna K Kusmayadi
Ketua Umum Pusat Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia

(ftr) 40 Tahun Martha Tilaar Martha Tilaar Luncurkan "Womanology" Rabu, 25 November 2009 - 05:04 wib Dewi Arta - Okezone

View the Original article
Continue Reading »

Penggunaan Kaporit untuk Memutihkan Air Bisa Picu Kanker

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth

Your browser does not support iframes.




foto: ThinkstockDepok, Teknologi yang dipakai oleh perusahaan air minum (PAM) saat ini dinilai sudah ketinggalan zaman dan malah bisa membahayakan kesehatan. Kaporit untuk memurnikan air bisa memicu kanker jika digunakan secara berlebihan dan terus menerus.

"Di banyak negara, chlor (kaporit) sudah mulai ditinggalkan dan diganti teknologi lain yang lebih aman misalnya ultraviolet," ungkap pakar teknik lingkungan dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Dr Ir Setyo Sarwanto Mursidik, dalam seminar "Pencemaran Air Minum: Dampak Kesehatan dan Solusinya" di kampus FKM UI Depok, Senin (21/3/2011).

Menurut Ir Setyo, kaporit dalam air PAM sebetulnya tidak banyak. Untuk menjaga kualitas bakteriologis di jaringan terjauh, kaporit hanya dibutuhkan sebanyak 0,2 ppm.

Namun karena buruknya jaringan PAM terutama di kota besar seperti Jakarta, kaporit yang digunakan bisa lebih banyak agar bisa menjangkau pelanggan yang jaraknya cukup jauh. Akibatnya, kadarnya bisa lebih tinggi dari yang seharusnya yakni 0,2 ppm.

"Di kolam renang saja kita bisa merasakan sendiri, kaporit yang terlalu tinggi bisa menyebabkan iritasi kulit apalagi jika diminum, masuk saluran pencernaan. Chlor atau chlorin bersifat karsinogenik sehingga bisa menyebabkan kanker," ungkap Ir Setyo.

Ir Setyo menambahkan, secara teknis tidak mungkin ada solusi tunggal untuk mengatasi masalah pencemaran air. Penggunaan kaporit tidak bisa digantikan dengan satu metode saja, melainkan harus mengombinasikan berbagai metode pemurnian air agar hasilnya lebih aman.

Ia mencontohkan, metode pemurnian air yang bisa dikombinasikan adalah reverse osmosis (RO). Metode ini dinilai paling ekonomis dan mampu menghilangkan 90-99 persen kontaminan, termasuk bakteri dan material organik berukuran di atas 300 dalton.

Namun karena melibatkan membran-membran yang sangat ketat, metode ini menghasilkan laju aliran yang lambat. Keterbatasan ini membuat metode RO tidak bisa mengolah air dalam jumlah banyak, sehingga tetap harus dikombinasikan dengan metode yang lain.

(up/ir)


View the Original article
Continue Reading »

Menikmati Sambal untuk yang Tak Tahan Pedas

13:46 WIB

KOMPAS.com - Sambal, dari penampilannya, sudah sangat menggoda. Mereka yang gemar rasa pedas tak ragu menyantap sambal yang melengkapi hidangan makan. Namun bagaimana dengan orang yang tak terlalu suka atau bahkan tak bisa makan pedas? Saat sambal begitu menggoda namun tak tahan dengan rasa pedasnya, ikuti saja anjuran ini.



View the Original article

Continue Reading »

21 Maret 2011

Jus Jeruk untuk Kulit Indah


Artikel Terkait Pangkas Rambut Setiap 2 Bulan Menyehatkan Warga Australia Rentan Terhadap Kanker Kulit Krim Eksim Bikin Kulit Makin Sensitif 19/03/2011 20:12 | Kulit Liputan6.com, New Delhi: Ingin memiliki kulit indah bersinar layaknya model yang menghiasi layar kaca? Minumlah satu gelas jus jeruk setiap hari. Kandungan vitamin C dalam jeruk tidak hanya dapat meningkatkan kekebalan tubuh, tapi juga baik bagi kesehatan kulit.

Untuk mendapatkan keseluruhan manfaat yang dikandung jus, para ahli menyarankan untuk mengonsumsinya dalam bentuk segar dan tidak menambahkan gula ke dalamnya. Pasalnya, gula mengandung kalori yang cukup tinggi.

Selain itu, mengonsumsi jus jeruk yang masih mengandung bulir-bulir jeruk asl adalah cara terbaik untuk menikmatinya. Namun, bagi para penderita sakit maag disarankan untuk tidak mengonsumsinya. Karena bulir-bulir jeruk asli dapat memperburuk kondisi lambung.(Zeenews/SHA)



View the Original article
Continue Reading »